SOLO—Menjelang  pelantikan FX Hadi Rudyatmo menjadi Walikota Solo, Jumat (19/10) besok, bursa Calon Wakil Walikota (Cawawali)  kian mengerucut.  DPC PDIP Kota Solo telah menerima lima usulan nama dari luar PDIP.
Namun begitu, Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo  enggan menyebut lima nama yang diusulkan tersebut.  Dia menekankan, siapa pun  nantinya yang menjadi Wakil Walikota, harus memiliki komitmen membesarkan PDIP.
Rudy, sapaan akrab Hadi Rudyatmo  masih merahasiakan nama siapa yang akan mendampinginya hingga dia dilantik sebagai Walikota Solo menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang kini Gubernur DKI Jakarta.
“Kalau dari luar PDIP sudah ada lima usulan masuk, tetapi belum saya buka. Nantilah sehabis pelantikan, “ katanya kepada wartawan di Balaikota, Rabu (17/10).
Disinggung mengenai keharusan calon dari luar partai untuk memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP, Rudy menjawab memang sebaiknya begitu.

Dia mencontohkan waktu pertama kali Jokowi mencalonkan sebagai Walikota Solo tujuh tahun lalu,  juga belum punya KTA PDIP.  Dan Jokowi kemudian membuat KTA.

Purnomo Masuk PDIP
Seorang tokoh pengusaha  Solo, Achmad Purnomo melangkah lebih cepat, dengan mendaftar sebagai kader PDIP, Rabu (17/10).  Purnomo datang ke kantor DPC PDIP Solo di Brengosan ditemani istrinya sekitar pukul  11.00 WIB. Dengan membawa berkas-berkas pendaftaran dalam stopmap warna merah, dia ditemui oleh jajaran pengurus DPC PDIP Solo.
“Saya merasa tersanjung dan terkejut saat saya disambut oleh jajaran pengurus DPC PDIP Solo dan para wartawan. Saya ke sini selain untuk silaturahmi, juga ingin bergabung sebagai anggota partai,”  ujarnya.
Dia mengaku, selama ini dirinya cocok dengan partai berlambang moncong putih itu. Namun karena terbentur statusnya sebagai dosen di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, akhirnya dia memilih netral. Dia memutuskan untuk tidak menjadi anggota partai manapun, sebelum akhirnya bergabung dengan PDIP kemarin.
Guna menunjang niatnya itu, aktivis Solo Bersama Selamanya (SBS) tersebut mengajukan pensiun dini. Harusnya, dia masih menjadi PNS hingga setahun ke depan. “Oleh karenanya, di usia saya sekarang saya ingin memilih partai yang sesuai hati nurani saya. Kok rasanya pilihan saya jatuh ke PDIP,” ujarnya.
Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa sendiri mengatakan, partainya terbuka bagi siapa saja yang ingin mendaftar sebagai kader, termasuk Purnomo. Dia justru bangga lantaran sosok Purnomo selama ini menarik perhatian masyarakat Solo. Bukan hanya aksi sosialnya, tetapi dedikasinya terhadap perkembangan Kota Bengawan.
“Saya mewakili jajaran DPC PDIP menerima pendaftaran Pak Purnomo. Beliau adalah anggota pertama dari masyarakat umum di partai ini,” kata dia.
Dijelaskan, saat ini PDIP sudah menerapkan elektronik Kartu Tanda Anggota  (e-KTA) sehingga bisa langsung tersambung dengan database Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP di Jakarta.
DPC  PDIP Solo sendiri menurutnya, akan mengajukan dua nama calon Wawali, satu hingga dua bulan pascapelantikan Rudy sebagai Walikota.  Hal itu ditegaskan Teguh Prakosa kepada Joglosemar, di mana keputusan itu sesuai permintaan Rudy sebagai Walikota Solo.
“Pak Rudy meminta saya menyampaikan kepada masyarakat jika partai akan mengajukan nama Wawali satu hingga dua bulan usai dia dilantik sebagai Walikota Solo. Jadi sampai saat ini internal DPC belum membahas nama itu,” kata Teguh.
Itu pun, jelas  Teguh harus dimintakan persetujuan dari DPP PDIP. Mekanisme itulah yang wajib dilalui oleh partai pengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Rudy dalam Pilkada 2010 lalu. Terkait sejumlah nama calon Wawali yang diusulkan dari luar PDIP, pihaknya akan menampungnya.

Harus Siap
Sementara itu sebagai anggota baru PDIP, Achmad Purnomo menyatakan siap jika partai menugaskannya menjadi pendamping Rudy.  “Ya kalau memang saya sebagai anggota diusulkan sebagai calon Wawali, mau tidak mau saya harus siap,” kata Purnomo.
Seperti diketahui sebelumnya, sebelum masuk PDIP, Purnomo digadang-gadang sebagai bakal calon Wawali yang diusulkan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan sebelumnya juga disebut oleh Partai Amanat Nasional (PAN).
Menanggapi hal itu, Ketua DPD PAN Solo, Umar Hasyim menilai apa yang dilakukan Purnomo sah-sah saja. Dia mengatakan, meski sudah menjadi kader PDIP, masih terbuka kemungkinan Purnomo diajukan oleh partainya.
“Ya masih ada kemungkinan. Bisa saja kita mengambil nama kader partai dan bukan hanya dari PAN. Tapi yang kita tunggu besok saja apakah ada nama Purnomo atau tidak,” katanya.
Sementara itu, pelantikan Rudy sebagai Walikota Solo, Jumat (19/10) akan dihadiri oleh mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.  “ Tapi keputusan hadir tidaknya belum bisa dipastikan karena keputusannya besok (hari ini). Yang jelas, kami menyediakan satu hingga dua kursi jika beliau datang,” kata Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto kepada Joglosemar, Rabu (17/10).
Jika nantinya Mega hadir, maka semua konsep yang ada akan tetap dipertahankan. Hanya saja, sisi pengamanan akan ditambah karena ada prosedur tetap (Protap) pengamanan bagi mantan Presiden. “Pelantikan itu akan di-back up TNI dan 300 personel polisi. Bahkan, besok malam gedung DPRD sudah disterilkan oleh aparat kepolisian,” ujar dia.
Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa membenarkan kemungkinan kedatangan Megawati, namun dia belum bisa memastikan.  Tri Sulistiyani  | Murniati