Masyarakat mungkin masih asing dengan Candi Merak, Serpihan Peninggalan Syailendra Di Karangnongko. Candi Merak merupakan sebuah candi kecil, yang terletak di dalam perkampungan warga. Minggu (21/10) Joglosemar mencoba menelisik keberadaan candi tersebut.
Candi yang terletak di desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten ini, memang terletak di pinggiran, yaitu di sisi sebelah barat laut dari wilayah Kabupaten Klaten. Berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sleman.
Sarno, seorang pegawai dari Balai Cagar Budaya Jawa tengah, yang ditugaskan untuk menjaga candi tersebut mengatakan candi ini dibuat pada zaman Mataram Kuno. Pada masa Wangsa Sanjaya yang beragama Budha Mahayana, dan Wangsa Syailendra yang beragama Hindu Syiwa.
Pria 50 tahun yang juga warga di sekitar situs tersebut menjelaskan pemugaran candi merak dimulai pada tahun 2007 silam. Menurutnya, pemugaran itu dilakukan secara bertahap dan baru selesai pada 2011 lalu, untuk bangunan candi utama.
Saat dilakukan pemugaran, banyak struktur batu yang diganti, hal tersebut dikarenakan kondisi batu-batuan yang lama, sudah banyak yang tidak bisa dipakai untuk mendirikan candi itu. “Candi itu sebelumnya merupakan onggokan batu yang dibiarkan begitu saja keberadaannya. Ada satu candi utama dan ada beberapa candi perwara di kompleks candi yang berada di Dusun Candi, Desa Karangnongko,” paparnya.
Menurut Sarno, setelah dilakukan pemugaran, pengunjung candi itu mulai berdatangan, akan tetapi jumlahnya tidak banyak. Hal itu dikarenakan belum banyak orang yang mengetahui, keberadaan candi tersebut.
Padahal, bentuk dan relief Candi Merak tak kalah eksotis dengan relief yang ada di Candi Prambanan. Hingga saat ini, keberadaan situs Candi Merak belum menjadi objek wisata lantaran keberadaannya yang belum terpromosikan. “Candi Merak sangat potensial jika dikelola untuk pariwisiata, untuk foto-foto juga sangat bagus, cocok untuk pencinta sejarah maupun pencinta fotografi,” sambung Sarno.
Selain itu, jika dikelola untuk objek wisata, keberadaan candi tersebut juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Sementara itu, Camat Karangnongko, Bambang Tri Haryanto mengatakan jika candi itu difungsikan untuk wisata, secara tidak langsung akan membuat Karangnongko terkenal. “Agar masyarakat tahu, tidak hanya Prambanan yang bisa untuk tempat wisata, di Karangnongko juga ada candi yang menarik,” ujarnya kepada Joglosemar. Angga Purnama