KARANGANYAR—Sedikitnya tujuh ekor kambing kurban belum cukup umur dijualbelikan secara bebas di lapak penjualan hewan kurban di sebelah barat dan timur SPBU Papahan, Karanganyar Kota. Hal tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Senin (22/10).

Staf Kesehatan Hewan Disnakkan, Fatkhurrakhman, mengatakan harusnya hewan-hewan tersebut tidak dijual karena belum memenuhi syarat untuk kurban. “Harusnya yang dijual itu yang cukup umur,” katanya. Namun, meski belum cukup umur, lanjutnya, tujuh kambing tersebut dalam kondisi sehat.

Pada lapak hewan kurban sebelah barat SPBU Papahan dari 73 ekor kambing yang diperiksa, ditemukan empat ekor kambing belum cukup umur. Sedangkan di sebelah timur SPBU ditemukan tiga ekor kambing yang belum cukup umur. Pemeriksaan hewan kurban juga dilakukan di wilayah Desa Pandeyan, Tasikmadu. “Kalau yang di Pandeyan, hewan kurban dalam kondisi baik. Hanya saja butuh ditambah stoknya,” ujarnya.

Dalam Sidak kemarin Disnakkan juga melibatkan tim pemantau hewan kurban dari mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (APK). Secara bersama-sama mereka melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Laporan yang dibuat oleh mahasiswa tersebut juga digunakan sebagai laporan akademik.

Sementara itu, salah seorang pedagang kambing kurban di Jalan Lawu, Jaten, Mutasimin (30), mengaku bahwa kambing kurban yang ia jual berasal dari luar Karanganyar. Sebanyak 93 ekor kambing yang ia jual didatangkan dari Rembang, Jawa Timur. “Ini saja, kambing kurban yang saya jual baru laku 14 ekor. Biasanya menjelang H-3 baru ramai,” jelas Mutasimin.

Harga penjualan kambing pun, menurutnya, mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun kemarin. Saat ini harga kambing bisa mencapai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,6 juta, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 1 juta.  Muhammad Ikhsan