KORBAN KALAP- Tim SAR Boyolali dibantu Brimob tengah melakukan pencarian korban kalap di embung Musuk, Kamis (24/1). Butuh sekitar enam jam pencarian hingga korban ditemukan. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI - Nasib tragis menimpa Tri Mulyanto (14), warga Dukuh Jetis, Desa Sukorame, Kecamatan Musuk,  korban tewas tenggelam di Embung Musuk, Kamis (24/1). Diduga korban yang masih duduk di kelas dua MTs di Boyolali itu, terpeleset saat bermain di embung.

Informasi yang dihimpun Joglosemar menyebutkan, korban diketahui tengah bermain di embung bersama dua orang temannya, Tegar Wahyu Jati (13) dan Taufik Slamet S (12) sekitar pukul 10.00 WIB. Ketiganya pergi bermain di embung dengan mengendarai sepeda motor berbonceng tiga. Menurut saksi mata, Juli (53), warga sekitar embung yang tengah merawat ladangnya, korban diketahui berada di trap geomembran embung bagian bawah, sementara dua orang temannya berada di atas. “Saat itu sudah diingatkan warga supaya tidak bermain di embung, karena selain berbahaya juga dilarang masuk ke kawasan embung,” ungkap Juli.
Mendapat peringatan itu kedua teman korban langsung mengajak Tri untuk pulang. Namun korban tidak mengindahkan ajakan tersebut dan tetap duduk-duduk di trap embung.
Dua teman korban kemudian memaksa pulang, hingga kemudian korban hendak memanjat geomembran embung untuk naik ke atas. Nahas, saat itulah korban diduga terpeleset dan langsung terjatuh ke dalam embung dengan kedalaman lebih dari tiga meter. Mengetahui kejadian itu, dua teman korban langsung berteriak minta tolong warga sekitar yang berada di ladang. “Ketika saya datang, korban masih terlihat menggapai-gapai, tapi dengan cepat langsung tenggelam,” terang dia.
Mendapati hal itu, warga segera mencari bantuan dan melapor ke Polsek Musuk. Kejadian ini juga diteruskan ke Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali dan Brimob Gunung Kendil untuk upaya evakuasi. Pencarian kemudian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan alat selam. Anggota tim SAR menyisir waduk guna mencari korban. Sementara itu, proses evakuasi korban di embung menarik perhatian ratusan warga yang datang menonton.

Menurut Kurniawan Fajar Prasetyo, Komandan SAR mengungkapkan, korban baru dapat ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 15.40 WIB. Korban ditemukan di sekitar lokasi dia tenggelam setelah jangkar tim SAR mengenai korban. Setelah dievakuasi, korban dibawa ke RSU Pandan Arang Boyolali. “Korban kami temukan dalam kondisi tewas,” jelas dia.

Sementara itu menurut Cahyo Sumarso, Direktur PDAM Boyolali selaku pengelola embung tersebut menyatakan, kawasan embung dilarang dimasuki oleh masyarakat umum. Selain sudah dipagar kawat, pihaknya juga memasang pengumuman dilarang masuk serta sudah menempatkan penjaga waduk. Ario Bhawono