SRAGEN—Gabungan komunitas petani dari Sragen bersama dengan perwakilan sejumlah daerah menggeruduk Kementerian Pertanian dan DPR RI Jakarta, Selasa (29/1). Mereka mendesak pemerintah menghapuskan wacana penghilangan sejumlah pupuk bersubsidi jenis NPK karena akan merugikan petani.

Tidak hanya itu, mereka juga menuntut agar pemerintah mencegah upaya monopoli terhadap pupuk NPK bersubsidi yang terindikasi diarahkan untuk melambungkan satu jenis NPK yakni NPK Phonska.

“Hari ini (kemarin) kami ada di Jakarta menghadap langsung dengan Ketua KTNA pusat, Winarno dan ke DPR RI serta Kementerian Pertanian. Tujuannya menyampaikan aspirasi dari petani di berbagai wilayah yang merasa resah dengan wacana adanya monopoli NPK Phonska dengan menghilangkan NPK Kujang dan NPK Pelangi,” papar Koordinator Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPMI) Sragen, Sukamto Totok Dimejo, Selasa (29/1).

Mewakili komunitas petani Sragen, Totok mengungkapkan aksi kemarin juga melibatkan gabungan kelompok tani dari wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, dan beberapa daerah lain yang merasakan problem serupa. Menurutnya, petani tetap menghendaki pemerintah mempertahankan keberadaan NPK Kujang dan Pelangi, selain Phonska. Sebab belajar dari pengalaman, pasokan NPK Phonska sering terlambat sehingga ketika varian lain dihapuskan, dampaknya akan mematikan petani secara pelan-pelan.

“Ketika Phonska terlambat, akhirnya tidak ada alternatif lain yang bisa dipilih. Yang muncul akhirnya pupuk non subsidi yang harganya mahal. Maka dari itu, terlepas dari kepentingan apapun, yang penting hapuskan monopoli. Biarkan petani memilih pupuk sesuai dengan realita dan kecocokannya,” tegasnya.

Terlebih, berdasarkan Permendag No 07/Men/perdag/2009, untuk pupuk NPK dan organik bersubsidi tidak berlaku rayonisasi. Sehingga semestinya tidak ada pembatasan atau larangan wilayah edar di seluruh Indonesia.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian Sragen, Budiharjo mengatakan untuk ketersediaan dan kuota pupuk NPK, pihaknya hanya mengacu SK Gubernur. Di mana untuk Sragen, alokasi untuk NPK memang hanya diberikan NPK Phonska dan NPK Kujang dengan komparasi 67 persen dibanding 33 persen, dan hal itu sudah menjadi kesepakatan pengusaha atau distributor. Ia juga membenarkan jika tahun 2013 ini tidak lagi ada kuota NPK Pelangi karena sudah ditarik. “Kalau soal jenisnya apa saja, itu sepenuhnya kewenangan pemerintah. Sebenarnya kami juga menyayangkan sudah disediakan dan terlanjur diminati petani, kok tiba-tiba ditarik. Ngomong-nya ke petani itu jadi susah,” terangnya. Wardoyo

  • layin

    Wah wah wah, masak untuk nyalon 2014 harus korbankan petani. Kalau sudah sapi ya sudah to yoooooo, yo mbok tobat. Makan nasi pakai pupuk korupsi lauknya daging sogokkan

  • http://gravatar.com/hudaariyanto hudaariyanto

    Ayo KPPU (komisi pengawas persaingan usaha) tugas sudah menunggu..

  • slamet

    Distributor pupuk kujang Nganyuk nek ora godak lan ora iso nekakno NPK 30 6 8 MUNDUR tak gantine, sing bajingan distributor to pabrik ? ? ?

  • kamid

    Pak SBY Persidenkuuu nyuwun tulung Bapaaak, para petani Ngawi sampun dikendel aken sengsoro susah pados pupuk majemuk npk 30 6 8 kok ongel banget pabrik ipun kok ditutup kaleh holding anakbuah panjenengan,terosipun ingkang baurekso holding Arifin Tasrip tangankanan panjenengan,amergi petani ngawi kadong cecek lan cucuk ane lankung mirah lan hasil panenipun langkung katah,menawi saget sampun ditutup lan peteni ingkang sampun nebus supados dipun kintun amergi ajeng kangge mupuk.maturkasuwun Bapak.

  • fahmi

    Jangan mensengsarakan / mendolimi petani,ingat doa nya petani yg selalu disengsarakan & di dolimi sangat maqbul, tgl 29-1-2013 menghadap menteri pertanian ditemui ketua ktna & di wawancarai 2 wartawan, britanya tidak muncul, malah yg muncul korupsi daging sapi. Kalau peteni padi dipaksa memakai pupuk NPK 15 15 15 atau 15 10 12 yg semestinya untuk kelapa sawit, mungkin nanti yg muncul berita korupsi . . . . . BERTAUBATLAH KAAANG

  • wong cilik

    DANJOOOOOOOOOOOOOK, PETANI BUTOH COK NPK KUJANGE ENDY COK

    • reza

      kalem pak, berdoa dan berjuang saja agar bisa di lanjut

  • PETANI BOJONEGORO

    COCOK PAK, kami setuju dengan pernyataan di atas karena sudah nyata hasilnya. Petani sudah cocok dengan NPK 30:6:8 Kujang. Bahkan kami sudah setor uang ke distributor dan distributor katanya sudah kirim sppdo dan tebus ke pabrik Kujang sudah dari awal januari 2013 tapi sampai sekarang pupuk tidak ada datang. Alasanya tidak boleh kirim sama holding. HOLDING ITU APA DAN SIAPA MENGHALANGI PABRIK KUJANG UNTUK KIRIM PUPUK-KUJANG PETANI BOJONEGORO AKAN BERONTAK KE SEMUA LINI

  • Didik

    Setuju pak, ojo nganggo monopoli toooo… mesakke petani jeee…. aku wis cocokk karo NPK Kujang 30-6-8 oyeee….. Pak Presidennnnnnnn tolong kami pak……..

  • Agus Maswan

    Betuuuuullllllll………. kami dari Petani Lamongan, juga merasakan nasib yang sama, disini kami sudah banyak ditolong dengan masuknya Pupuk NPK Kujang 30-6-8 yang bersubsidi yang akhirnya kelangkaan pupuk di Lamongan dapat diatasi. Monopoli Pupuk Majemuk yang selama ini menyusahkan petani, hingga pupuknya dijual sampai 250ribu sangat memeberatkan kami, dengan datngnya Pupuk NPK Kujang, pupuk majemuk jadi ada dua, sehingga petani bisa milih sendiri sesuai keinginannya, kalau saya, ya sudah cocok dengan NPK Kujang 30-6-8, karena lebih murah, lebih efektif lan epesien, dan hasilnya sangat memuaskan….