ilustrasi

KARANGANYAR–Sebanyak 144.000 e-KTP di Kabupaten Karanganyar belum didistribusikan oleh pemerintah pusat. Hingga kemarin, dari 596.000 wajib e-KTP di Bumi Intanpari, baru terdistribusi 452.000 e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar, Sucahyo, mengatakan sisa kekurangan e-KTP itu akan didistribusikan pada tahun ini. Keterlambatan ini pun dinilai tidak menjadi masalah berarti dikarenakan deadline operasional e-KTP juga dimundurkan oleh pemerintah pusat. “Secara bertahap pemerintah pusat terus mendistribusikan e-KTP ke kecamatan-kecamatan” kata Sucahyo, kemarin.

Seperti pada pekan lalu, pemerintah pusat kembali mengirimkan sebanyak 3.200 e-KTP ke Kecamatan Tasikmadu, 4.000 e-KTP ke Kecamatan Kerjo, dan 1.121 e-KTP ke Kecamatan Ngargoyoso. “Dari total pendistribusian sejauh ini, sebanyak 452.000 e-KTP telah dibagikan kepada warga. Sedangkan 74.000 kartu lainnya masih dalam tahap sortir di desa dan kelurahan,” terang Sucahyo.

Walaupun pendistribusian e-KTP sudah berlangsung, proses pembuatan e-KTP bagi warga lainnya yang belum melakukan rekam data masih terus berjalan hingga 31 Oktober 2013 nanti. Kendati terlambat, Sucahyo yakin bila proses pendistribusian tetap berjalan lancar.

“Proses distribusi ini tidak terlalu rumit. Yakni setelah e-KTP itu telah terdistribusikan, nanti dari kecamatan tinggal memilah berdasarkan desa dan kelurahan. Setelah itu e-KTP sudah bisa dibagikan kepada warga tanpa perlu menjalani cek sidik jari lagi,” ujar Sucahyo.

Sucahyo menambahkan, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), bagi penduduk yang sudah melakukan perekaman, tapi e-KTP miliknya belum dibagikan dan KTP regulernya habis masa berlakunya, maka akan dibuatkan surat pernyataan. “Jadi bagi yang belum mendapatkan e-KTP masih bisa memakai KTP lama, tetapi dengan surat pernyataan,” tambahnya.

Camat Ngargoyoso, Sugiyarto, menambahkan walaupun ada keterlambatan proses distribusi, namun tidak membuat pihaknya kebingungan dalam membagikan e-KTP kepada masyarakat. “Nanti pasti banyak yang bertanya-tanya, kok punya saya belum jadi tetapi punya dia sudah. Makanya kami memutuskan untuk menyimpannya di kantor kecamatan terlebih dahulu,” tegasnya. Muhammad Ikhsan