Tahun ini kuota bantuan untuk siswa miskin baik dari sekolah negeri maupun swasta berkurang. (Yoga Purwanto (Kasi Sarpras BPM Disdikpora Solo)

ilustrasi

SOLO - Kuota Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMA dan SMK diperuntukan bagi sebanyak 525 siswa. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Demikian dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana, Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Yoga Purwanto, saat ditemui wartawan diruang kerjanya belum lama ini. Yoga mengatakan, kuota bantuan untuk tahun ini mengalami penurunan.

Pada tahun lalu, kuota BSM untuk 594 orang siswa dari keluarga tidak mampu. “Tahun ini kuota bantuan untuk siswa miskin baik dari sekolah negeri maupun swasta berkurang,” kata Yoga.

Demikian juga total perolehan dana yang diterima untuk Kota Solo berkurang. Bantuan yang total tahun lalu sebesar Rp 594 juta, tahun ini hanya Rp 525 Juta. Sementara setiap siswa akan mendapatkan Rp 1 Juta untuk satu tahun.

Dikatakan bahwa Disdikpora sudah melakukan pendataan berapa jumlah siswa miskin di Solo khususnya untuk jenjang SMA/SMK. Meski demikian pihaknya mengaku belum dapat menyampaikan berapa jumlah siswa tersebut. “Yang bisa kami sampaikan data tahun lalu, yaitu 2012 untuk total siswa SMA dan SMK. Sesuai data akhir 2012, total siswa SMK sebanyak 24.947, dan SMA sebanyak 16.973,” papar Yoga.

Nantinya, lanjut Yoga, pembagian kuota bantuan akan disesuaikan dengan proporsi jumlah siswa miskin. Yaitu berapa persen jumlah siswa miskin di sekolah tersebut jika dibandingkan dengan total siswa miskin se kota solo.

Sementara itu, saat ini pihaknya tengah melakukan ploting pembagian kuota bantuan untuk sejumlah SMA/SMK. Dari hasil ploting itu dapat dilihat, berapa jumlah kuota yang diterima oleh masing-masing sekolah. “Baru kemudian sekolah melakukan proses pengajuan bantuan dengan menyampaikan semua persyaratan untuk bisa mencairkan dana bantuan ini,” jelasnya.

Dikatakan bahwa syarat siswa untuk mendapatkan bantuan ini salah satunya dengan menyampaikan surat miskin dari kelurahan. Pihaknya juga mengatakan, untuk saat ini, siswa dari sekolah bekas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) belum dapat diikutkan untuk mendapat bantuan ini. Pasalnya, Disdikpora masih menunggu kebijakan bahwa sekolah ini mendapat atau tidak. Setelah ada keputusan itu, maka pihaknya baru dapat menyampaikan permohonan pencairan BSM ke walikota. Farrah Ikha Riptayani