JEMBATAN DIRESMIKAN- Jembatan Taring, penghubung lima dukuh Desa Wonodoyo dengan pusat pemerintahan desa setempat diresmikan, Rabu (13/2). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI - Jembatan Taring, Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, akhirnya diresmikan, Rabu (13/2). Selesainya pembangunan jembatan ini membuat 1.300 warga yang tinggal di lokasi terpencil lereng Merapi, tidak lagi terisolir.

Kades Wonodoyo, Widodo, mengungkapkan tanpa jembatan tersebut, ribuan warga di lima dukuh yakni Dukuh Taring, Lendong, Gatakan, Kali Tengah, dan Metep, terisolir dari kantor desa. Tanpa jembatan tersebut untuk ke balaidesa warga harus menempuh jarak sekitar 11 Kilometer, melintasi wilayah dua desa yakni Gedangan dan Jombong. Namun dengan adanya jembatan tersebut, warga cukup menempuh waktu lima menitan atau paling jauh hanya 1,6 Kilometer saja.

Menurut Widodo, lantaran lama terisolasi, sehingga warga pun berinisiatif membuat jalan dan jembatan secara swadaya. Namun jembatan tersebut ambrol diterjang banjir lahar dingin paska erupsi Gunung Merapi beberapa tahun lalu. “Jembatannya hancur dan warga terisolasi kembali,” ungkap Widodo.

Paska erupsi, Desa Wonodoyo termasuk wilayah yang memperoleh bantuan Rehabilitasi Rekonstruksi (RR) bencana Merapi tahun 2011 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni dengan dibangunnya lagi jembatan Taring senilai Rp 2,79 miliar. Pembangunan jembatan Taring tersebut sekaligus sebagai jalur evakuasi warga, ketika bencana Merapi terjadi lagi.

Pembangunan jembatan Taring itu sendiri sempat terkendala medan yang berat. Sehingga pihak kontraktor sempat kesulitan untuk memasang gelagar jembatan, mengingat kendaraan berat tidak bisa masuk hingga ke lokasi jembatan yang diapit bukit dan jurang tersebut.

Peresmian jembatan Taring dilakukan Bupati Boyolali, Seno Samodro. Peresmian tersebut sekaligus peresmian proyek RR di Boyolali, dengan nilai total Rp 32 miliar yang dibagi untuk proyek fisik maupun sosial ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati meminta masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat jembatan supaya awet, di antaranya dengan melarang menambang pasir dan batu di dekat jembatan.  “Jembatan ini dari dana RR tahun 2011, tahun ini Boyolali juga mendapat bantuan reguler senilai Rp 7,8 miliar, nanti Rp 1 miliarnya untuk membangun jalan di sini,” imbuh Bupati. Ario Bhawono