ilustrasi

Mata adalah jendela jiwa. Apa jadinya kalau mata Anda terlihat lesu, lelah, dan tua karena ada kantung yang menggelantung di bagian bawah mata. Kantung Mata sebenarnya merupakan pembengkakan pada area bawah mata yang terisi oleh lemak, dan biasanya kantung mata itu berwarna hitam. Tidak dapat dipungkiri, mata memiliki peranan penting bagi setiap orang. Selain sebagai indera penglihatan, mata juga dapat mempengaruhi kesan wajah dan penampilan. Karena itu, menjaga keindahan mata sangat penting.

Dengannya kita melihat indahnya dunia. Seseorang dapat menyelami hati kita dengan hanya memandang mata kita. Saat mata terlihat berbinar, menandakan pemilik mata tersebut tengah berbahagia.  Namun jika mata sayu dan kuyu, menandakan pemiliknya kurang beristirahat atau sedang menghadapi banyak masalah.

Jika Anda tidak memperhatikan keadaan dan kesehatan mata, kecantikan pun tak akan dengan terpancar sempurna. Bagaimana bisa terlihat cantik jika mata terlihat kuyu, merah dan tampak tak bercahaya? Belum lagi adanya masalah seperti kantung mata atau kerut-kerut halus yang datang sebelum waktunya sehingga membuat pemilik mata tak percaya diri karenanya.

Dokter Klinik Benning, Dr. R. Kristian Sanjaya mengatakan, meski secara medis masalah kantung mata tidak berakibat buruk pada kesehatan. Tetapi, adanya kantung mata akan mempengaruhi penampilan dan kepercayaan diri seseorang. “Masalah kantung mata ini memang secara medis tak masalah, hanya saja bisa mengurangi nilai estetika,” tuturnya.

Dikatakannya, mata berkantung, lingkaran hitam, kerutan halus di bawah mata, atau mata yang turun, merupakan tanda bahwa kulit sedang mengalami proses degeneratif atau penuaan. Karena itu, tak heran bila seseorang bisa terlihat lebih tua dibanding usia sebenarnya gara-gara problem di sekitar mata tadi. “Ini terjadi karena faktor penuaan kulit,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sebab terjadinya kantung mata ini terutama karena faktor keturunan. Apabila ada di leluhurnya memiliki kantung mata ini, maka dia juga akan mengalami hal serupa. Selain itu, kantung mata ini juga disebabkan karena kulit terlalu banyak terpapar sinar matahari. “Pertama faktornya adalah keturunan, ada juga yang karena terlalu banyak terpapar sinar matahari,’ jelasnya.

Selain itu, faktor kebiasaan perawatan mata yang salah juga memicu timbulnya kantong mata ini. Kebiasaan yang salah itu antara lain dengan memijat area sekitar mata dengan cara yang salah. Pemijatan yang salah ini menyebabkan kulit menjadi lebih kendur dari biasanya. Kulit bawah mata yang kendur ini kemudian akan terisi dengan lemak, yang pada akhirnya akan jadi kantung mata. “Kalau kulit kendur maka akan ada celah untuk lemak masuk,” paparnya.

Faktor penyebab kantung mata yang lain adalah timbulnya kantung mata yang disebabkan kekurangan hormone thyroid. Salah satu tanda yang muncul apabila seseorang mengalami kekurangan hormone thyroid adalah timbulnya kantung di bawah mata. “Mereka yang kekurangan hormone Thyroid, salah satu tandanya juga adanya kantung mata,” terang dia.

Celakanya, kantung mata ini tidak mengenal jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki risiko yang sama untuk memiliki kantung mata ini. Biasanya, kantung mata akan muncul di atas usia 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan akan muncul pula di usia muda. “Laki-laki dan perempuan punya risiko yang sama, meski biasanya timbul di usia 40 tahun ke atas, tetapi bisa pula pada usia di bawahnya,” terang dia.

Menurut Kris, kantung mata, merupakan bagian dari proses penuaan. Secara alami ada lemak di bagian bawah mata yang diikat oleh ligamen. Nah, makin lama ligamen ini akan melemah sehingga lemak terdorong dan menumpuk di bawah mata, sehingga terlihat seperti kantung. “Di dalam kantung mata itu sebenarnya adalah lemak yang menumpuk,” paparnya.

Dijelaskan dokter Kris, masalah kantung mata ini hanya akan benar-benar tuntas jika dilakukan operasi. Sejumlah terapi untuk menghilangkan kantung mata selain operasi, selama ini hasilnya selalu kurang memuaskan. Tanpa operasi, hasilnya akan jelek, dan akan mudah untuk muncul kembali. Operasi kantung mata ini pun, hanya bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik. “Selain operasi bisa dengan terapi, tetapi hasil kurang memuaskan.  Kantung mata ini hanya bisa hilang dengan operasi oleh dokter bedah plastik,” katanya.

Terapi yang biasanya dilakukan antara lain dengan Radio Frekuensi (RF) atau dengan disuntikan zat untuk membakar lemak. Tetapi keduanya tidak bisa efektif menghilangkan kantung mata ini. Cara ini hanya sementara saja menghilangkan kantung mata. “Itu yang biasanya dilakukan tetapi selama ini juga kurang efektif,” terang dia. Tri Sulistiyani