SOLO –Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surakarta, belum juga mengumumkan calon Wakil Walikota (Wawali) tambahan, Minggu (3/2). Calon Wawali yang masih disembunyikan itu, akan jadi pesaing calon Wawali rekomendasi DPP PDIP, Achmad Purnomo.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo(Rudy), tetap bungkam soal calon pesaing Achmad Purnomo. Namun, dia mengklaim calon yang masih misterius itu, sudah dipilih. Kewenangan mengumumkannya, katanya, hak walikota.

Meskipun Rudy juga menjabat walikota, dia tetap berdalih, posisinya, kemarin malam hanya sebagai Ketua DPC PDIP Solo, sehingga tetap merahasiakan nama calon Wawali tambahan itu. ”Sebaiknya tunggu usulan resmi secara tertulis saja. Karena ini kan wewenang Walikota. Sedangkan saya, di sini posisinya sebagai Ketua DPC. Jadi ya harus dibedakan. Besok saja,” ujarnya, usai rapat internal, di gedung DPC PDIP Solo, semalam.

Rudy, menegaskan, jika nama calon tersebut segera disodorkan ke DPRD, untuk jadi bahan agenda rapat paripurna pemilihan Wawali. Usai DPC menyampaikan usulan nama tersebut kepada walikota, katanya, walikota segera minta ke Bagian Hukum Pemkot Solo, untuk segera mengirimkan surat ke DPRD.

”Yang penting dari DPC sudah menyerahkan nama. Selanjutnya nanti walikota bisa segera meminta Bagian Hukum agar segera mengirim surat ke Dewan. Besok (hari ini) kami sampaikan ke walikota, kemudian dari walikota bisa langsung ke Dewan hari itu juga. Jadi Senin (4/2) besok nama sudah masuk DPRD,” tegasnya.

Rapat yang digelar semalam, sebagai tindak lanjut dari rapat internal DPC pada Sabtu (2/2) lalu. Rapat tersebut, kata Rudy, juga untuk menjalankan amanat Undang-Undang. Dalam rapat tersebut, nama calon Wawali versi DPC muncul melalui berbagai masukan.

”Tadi sudah lewat masukan-masukan dan hasilnya keputusan nama diputuskan oleh Ketua DPC. Yang pasti calon Wawali dari DPC masih merupakan kader dari PDIP. Nama calonnya tetap baru akan disebut besok,” imbuh Rudy.

Rapat internal penentu nama pesaing Achmad Purnomo itu, dimulai pukul 20.00 WIB dan rampung sekitar pukul 21.40 WIB. Ketua PAC Ranting Jebres, Honda Hendarto, mengatakan, pemilihan nama calon Wawali kedua itu memang untuk melengkapi calon Wawali rekomendasi  DPP. ”Keputusan rapat berjalan secara aklamasi dan disepakati seluruh peserta rapat,” imbuh dia yang juga bungkam soal nama calon Wawali yang dipilih semalam .

Sebelumnya, Rudy yang juga Walikota Solo  itu, menegaskan siap disandingkan dengan Wawali Solo rekomendasi DPP, Achmad Purnomo. Sikapnya itu, sebagai bentuk kepatuhan kader partai kepada DPP PDIP.

”Siapa pun yang ingin mendampingi saya, harus berkomitmen melayani dan menyejahterakan masyarakat. Bukan sebagai penguasa masyarakat,” ujar Rudy, acara car free day, kemarin.

Siapa pun sosok Wawali, harus bisa bekerja sama dengannya dan memahami tugas pokok dan fugsi (Tupoksi) sebagai Wawali.

Kendati yang dipilih DPP PDIP sebagai calon Wawali adalah Achmad Purnomo, namun Rudy memastikan keenam calon, termasuk Achmad Purnomo, ikut fit and proper tes. ”Jadi, terpilihnya Achmad Purnomo, melalui proses yang panjang. Semua tentang sosok calon sudah disampaikan ke DPP, sampai akhirnya keluar rekomendasi itu,” ujarnya.

”Dan sebagai kader yang ditugaskan partai, DPC harus mematuhi garis partai. Termasuk menyandingkan saya dengan Achmad Purnomo untuk melanjutkan tugas saya bersama Jokowi sesuai dengan visi dan misi 2010/2015,” katanya lagi.

Kembali ke calon Wawali pesaing Achmad Purnomo, awalnya calon yang dirahasiakan itu akan dipilih Minggu (3/2) sore. ”Namun, karena saya harus membuka acara Grebeg Sudiro di Pasar Gede, maka acara harus ditunda. Dua calon Wawali akan dikirim ke DPRD Senin,” tandasnya.

Dia justru menekankan tugas anggota Fraksi PDIP di DPRD Solo untuk mengamankan calon rekomendasi dari DPP pada saat pemilihan Wawali nanti. ”Perakara pendamping Walikota itu dipilih satu atau dua, itu tugas DPRD, bagaimana membuat tata tertib (Tatib) dalam pemilihan Wawali,” katanya. ” Fraksi PDIP di DPRD harus mengamankan rekomendasi dan siap-siap melobi fraksi lain.”

Rudy tidak bisa memprediksi siapa Wawali yang akan mendampinginya nanti, termasuk jalannya proses pemilihan.”Kemugkinan adanya voting atau aklamasi dalam pemilihan Wawali tidak bisa saya ketahui. Itu juga tergantung dari DPRD dalam membuat tatatertib Pemilihan wawali seperti apa nanti,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Solo, yang juga anggota Fraksi PDIP, YF Sukasno mengatakan, anggota Fraksi PDIP di DPRD Solo siap mengamankan Achmad Purnomo menjadi Wawali. Lobi politik pun siap dia jalankan. Dia bahkan berharap penentuan pemilihan Wawali Solo dapat dilakukan secara aklamasi.

Soal mekanisme pemilihan Wawali di DPRD, menurutnya, bisa dilakukan secara voting tertutup, dan terbuka.”Tergantung anggota Dewan dalam menyepakati dalam penyusunan tata tertib.

Agni Vidya P | Muhammad Ismail | Ari Welianto