pilkadesBOYOLALI -Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serempak tahap pertama di 108 desa, diwarnai kemenangan bumbung kosong di dua desa, yakni Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo dan Desa Kedungdowo Kecamatan Andong. Sementara itu sejumlah calon incumbent berguguran, kalah dalam pertarungan Pilkades.

Bumbung kosong di Desa Dlingo mencapai 1.378 suara, sementara calon tunggalnya yakni Tahanta hanya mampu meraup suara sebanyak 1.142 suara saja, dan suara tidak sah sebanyak 46 suara. Sedangkan di Desa Kedungdowo, sebanyak 810 warga memilih bumbung kosong dan calon tunggal Suyadi hanya meraup 558 suara saja, sementara suara tidak sah sebanyak 45 suara.

Terkait kemenangan bumbung kosong tersebut, Susilo Hartono, Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Boyolali mengungkapkan, sesuai dengan peraturan yang berlaku maka Pilkades di dua desa tersebut harus diulang. “Harus diulang dengan calon yang sama,” ungkap dia, Kamis (21/3).

Pengulangan tersebut menurut dia hanya pada pemungutan suara saja dengan calon yang sama. Namun jika ternyata calon yang maju mengundurkan diri, maka panitia dapat menutup Pilkades tersebut dan mengulang kembali penjaringan bakal calon untuk menggelar Pilkades selanjutnya.

Selain bumbung kosong, Pilkades serempak kemarin juga diwarnai kegagalan sejumlah calon incumbent. Dari 67 calon incumbent, sebanyak 24 calon incumbent yang gagal dalam Pilkades kemarin. “Dari 67 incumbent, hanya 43 yang berhasil menjadi kepala desa lagi,” kata dia.

Terkait kemenangan bumbung kosong di wilayahnya, Camat Mojosongo Purwanto mengatakan, penjadwalan pelaksanaan pemungutan suara diserahkan langsung ke panitia Pilkades setempat. Pengulangan pemungutan suara tersebut akan dilakukan hingga calon menang melawan bumbung kosong, sehingga dimungkinkan pemungutan diulang beberapa kali. Berbeda jika calonnya menyatakan mundur, maka dapat digelar Pilkades lagi dengan penjaringan bakal calon dari awal.

“Untuk pemungutan ulang penjadwalannya ditentukan oleh panitia Pilkades,” jelas dia.

Sementara itu, sehari paska Pilkades serempak, menurut Susilo tim pengendali Pilkades kabupaten belum menerima aduan sengketa. Sesuai dengan Perbup, maka penyelesaian sengketa Pilkades paling lama diselesaikan dalam tiga hari paska pemungutan. Terkait ini, Bupati Boyolali Seno Samodro bahkan menyatakan siaga on call untuk merapatkan sengketa Pilkades jika ada aduan. Ario Bhawono