Korban Tewas Setelah Tertusuk di Dada

ilustrasi

ilustrasi

JOGJA-Kepolisian Daerah (Polda) DI Yogyakarta berhasil menangkap empat pelaku pengeroyokan anggota TNI AD, Sertu Santoso (31), Selasa (19/3).  Santoso yang merupakan anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, tewas setelah dikeroyok sejumlah orang di Kafe Hugo’s, Sleman Yogyakarta, Selasa dini hari. Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Raharjo memerintahkan penutupan Kafe Hugo’s, karena di lokasi yang sama sudah terjadi dua kali pembunuhan.

Dirreskrim Polda DIY, Kombes Pol Kris Erlangga Aji Widjaya di Yogyakarta, mengatakan penangkapan keempat tersangka dilakukan hingga pukul 14.00 WIB di tiga tempat yang berbeda. Dia menyebutkan keempat tersangka terdiri atas tiga masyarakat sipil dengan inisial D, DD, dan AL serta satu mantan anggota kepolisian DIY berinisial YJ.

“YJ merupakan mantan anggota kepolisian yang dipecat karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba yang baru dibebaskan secara bersyarat tiga minggu yang lalu setelah menjalani hukuman dua tahun penjara,” katanya. Dia menjelaskan tersangka D dan YJ berhasil ditangkap di wilayah Lempuyangan, DD ditangkap di Maguwoharjo sementara AL ditangkap di Bintaran, Yogyakarta.

Adapun terkait motif dari penganiayaan itu, Kris mengatakan masih dalam proses pendalaman, karena menurut keterangan saksi-saksi maupun dari keterangan yang didapatkan di lapangan menyebutkan bahwa antara korban dan keempat pelaku tidak saling mengenal. “Motif sedang kami kaji. Nanti akan kami dalami lagi bagaimana kejadian ini (penganiayaan) bisa terjadi. Saat ini kami masih dalam tahap pengumpulan saksi,”katanya.

Adapun kronologi kejadian itu, kata Kris Erlangga, korban Santoso, terkena tusukan di dada yang diawali pengeroyokan pada Selasa pukul 02.30 WIB. Adapan alat bukti yang digunakan keempat tersangka untuk melakukan penganiayaan itu, pihaknya mengaku telah menemukan sebilah pisau dan botol di tempat kejadian.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, Awalnya, korban datang ke Kafe Hugos bersama seorang rekannya, sekitar  pukul 02.20 WIB. Sesampai di depan Hugo’s, korban diadang oleh pria bernama Dicky. Dicky bertanya kepada Santoso terkait asal daerahnya. Santosa pun menjawab bahwa dia anggota Kopassus. Entah mengapa, Dicky menyindir Santoso dan mengajak berperang. Ajakan itu diabaikan Santoso.

Di dalam kafe, korban dipukul menggunakan botol miras. Pukulan itu mengenai pelipis kanan Santoso hingga robek. Botol tersebut pun pecah. Belum sempat memberi perlawanan, korban ditusuk menggunakan botol yang sama di bagian dada. Tusukan itu menyebabkan enam tulang rusuk korban patah. Korban juga dikeroyok sekitar 15 orang. Saat itu, teman korban melerai dan membawanya ke RS Bethesda. Namun, dalam perjalanan, korban meninggal dunia.

Sedangkan Kris Erlangga menambahkan dalam pengembangan kasus tersebut, pihak kepolisian DIY mendapat dukungan penuh dari pihak TNI AD yang bersedia membantu untuk menghadirkan saksi-saksi yang masih diperlukan. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak TNI.Mereka menyatakan akan mem-back up penuh serta mempercayakan kasus ini untuk segera kami tuntaskan,”katanya.

Ditutup

Sementara itu, Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Raharjo langsung memerintahkan penutupan Kafe Hugo’s, karena di lokasi yang sama sudah terjadi dua kali pembunuhan. Pada 7 Desember 2012, seorang mahasiswa asal Bali, Aditya Bisma (21), tewas dianiaya. Pelakunya diketahui seorang pecatan TNI. Selanjutnya, Sertu Santoso ditikam dan dikeroyok oleh sekelompok orang.

“Yang pertama saya perintahkan Dirintel cabut izin hiburan malam itu karena sering terjadi keributan,” kata Sabar di Sleman, Selasa (19/3). Kapolda juga langsung memerintahkan anggotanya untuk memburu para pelaku pengeroyokan yang masih buron. Diperkirakan ada 15 orang yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Sementara itu, pihak Hugo’s Café belum bisa memberikan keterangan. Saat dikonfirmasi Okezone, HRD Hugo’s Café, Dony Rahman tidak mengangkat teleponnya.  Antara | Okezone | Detik