Protes dilakukan lantaran 68 anggotanya dihentikan secara sepihak sebagai petugas keamanan dalam proyek tersebut.

PROTES- Warga yang tergabung dalam Paguyuban Putra Desa Madegondo (PPDM) Kecamatan Grogol melakukan pertemuan dengan PT Tristar Land dan difasilitasi oleh pihak Polres serta Koramil Grogol di area pembangunan proyek Pulau Intan, Senin (18/3). Joglosemar | Murniati

PROTES- Warga yang tergabung dalam Paguyuban Putra Desa Madegondo (PPDM) Kecamatan Grogol melakukan pertemuan dengan PT Tristar Land dan difasilitasi oleh pihak Polres serta Koramil Grogol di area pembangunan proyek Pulau Intan, Senin (18/3). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO- Puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Putra Desa Madegondo (PPDM) Kecamatan Grogol melakukan aksi protes kepada PT Tristar Land selaku kontraktor pembangunan Pulau Intan Solo Baru, Senin (18/3). Protes dilakukan lantaran 68 anggotanya dihentikan secara sepihak sebagai petugas keamanan dalam proyek tersebut.

Pemutusan sepihak itu pun tanpa disertai penjelasan dari pihak pengembang. Kekesalan ditambah dengan dipekerjakannya petugas keamanan baru dengan sistem outsourcing di kawasan itu.

Pihak paguyuban mengaku sudah mempertanyakan keputusan PT Tristar Land lewat surat resmi, namun tidak mendapatkan jawaban. Apalagi, sempat tersiar informasi jika pihak perusahaan akan memberikan tali asih kepada pekerja pascapemutusan kerja sama.

Ketua PPDM, Muhammad Badrun menyampaikan kerja sama dengan PT Tristar Land dilakukan sejak Januari 2012. Rencananya, PPDM akan menjadi penjaga keamanan hingga proses pembangunan selesai sekitar Juni 2013. Namun, di tengah perjalanan, kontraktor tersebut memutus kerja sama secara sepihak. “Kami meminta penjelasan kepada PT Tristar Land. Kenapa kami diputus begitu saja. Tolong berikan alasan, apakah kinerja kami memang kurang bagus atau bagaimana,” kata Badrun.

Setiap bulan, imbuh dia, PPDM menerima upah sebesar Rp 18 juta. Angka itu merupakan honor dari 68 anggotanya. Namun sayang kesepakatan itu tidak disertai kontrak secara tertulis dengan pengembang. Saat itu, kerja sama didasarkan pada kepercayaan. “Sesuai dengan kesepakatan, kami harap dibayar hingga Juni 2013,” ujarnya.

Sempat terjadi adu mulut, lantaran warga tak puas dengan jawaban dari perwakilan kontraktor. General Affair PT Tristar Land, Budi menyatakan belum bisa menjawab tuntutan paguyuban terkait upah hingga Juni 2013. “Kami meminta waktu hingga Senin (25/3) depan untuk menjawab permintaan Anda semua. Yang jelas, hasil pertemuan hari ini akan kami laporkan kepada pimpinan di Jakarta. Apapun hasilnya nanti, kami harap semua pihak bisa menerimanya,” kata Budi.

Kapolsek Grogol, AKP Agus Sulistianto yang turut menengahi perselisihan ini mengusulkan agar PPDM membuat surat resmi kepada pimpinan PT Tristar Land di Jakarta. “Apapun keputusannya, kami minta agar semua pihak menjaga agar Grogol bisa tetap kondusif. Jangan sampai terjadi anarki,” katanya. Murniati