JOGLOSEMAR.CO Komunitas Komunitas Gita Ketawa, Sehat Jiwa dan Sehat Raga

Komunitas Gita Ketawa, Sehat Jiwa dan Sehat Raga

888
BAGIKAN

Setelah serangkaian gerakan senam selesai hingga pengucapan yel-yel, masih ada kegiatan istimewa pada senam mereka, yakni tertawa secara bersama-sama.

KOMPAK- Selain melakukan senam di Gelora Manahan Solo,  Komunitas Gita Ketawa juga kompak beryel-yel ria dan tertawa bersama untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga. Joglosemar|Budi Arista Romahoni
KOMPAK- Selain melakukan senam di Gelora Manahan Solo, Komunitas Gita Ketawa juga kompak beryel-yel ria dan tertawa bersama untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga. Joglosemar|Budi Arista Romahoni

Kesehatan merupakan anugerah yang besar dari Tuhan. Banyak cara dilakukan oleh manusia untuk terus menjaga kesehatan. Salah satunya dilakukan oleh sekumpulan orang yang menjaga kesehatan dengan melakukan senam khas mereka di lingkungan Gelora Manahan, Solo. Setelah melakukan senam selama empat bulan secara bersama, akhirnya mereka telah resmi mendeklarasikan diri sebagai sebuah komunitas yang mereka beri nama Gita Ketawa.

Nama yang mereka pilih memang unik, sepintas mendengar pasti akan langsung teringat dengan penyanyi remaja Gita Gutawa. Namun, komunitas yang mengambil nama parodi dari Gita Gutawa ini bukanlah komunitas dagelan. Komunitas ini memang resmi komunitas senam yang tentunya bergerak di bidang olahraga. Tapi aliran dan gerakan senam yang mereka pakai tentunya sangat unik. “Kita memadukan gerakan karate, taekwondo dan pernafasan pada yoga,” ungkap Sugito selaku instruktur senam sekaligus salah satu pendiri komunitas saat berbincang dengan Joglosemar, Sabtu (16/3) usai senam di Manahan.

Senam Gita Ketawa ini merupakan jenis senam pelenturan tubuh yang dilakukan kurang lebih 1 jam. Sebelum memulai senam, biasanya mereka berjalan-jalan atau lari-lari kecil mengelilingi Manahan. Setelah itu, mereka mulai aktivitas senam dengan gerakan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Persendian-persendian semuanya digerakkan dan dilenturkan.

Tak sampai di situ saja, senam yang mereka lakukan, ada hal yang tidak biasa dan tidak pernah dipakai oleh senam-senam lain. Mereka memiliki yel-yel yang mereka ucapkan dengan berteriak. “Kita selalu ada yel-yel yang kita ucapkan. Tujuannya untuk melatih pita suara. Apalagi sebagian dari kita sudah tua lebih dari 80 persen usianya di atas 50  tahun, butuh latihan untuk pita suara,” jelas Gito sapaan Sugito.

Lepaskan Ketegangan

Setelah serangkaian gerakan senam selesai hingga pengucapan yel-yel, masih ada kegiatan istimewa pada senam mereka, yakni tertawa secara bersama-sama. Memang ada yang bilang bahwa tertawa itu menyehatkan. Hal ini lah yang kemudian mereka adopsi dan menjadi gerakan wajib bagi senam Gita Ketawa. “Nama Gita Ketawa juga alasannya karena pada gerakan senam ini selalu ada tertawanya. Selain itu, nama saya juga Gito,” ungkap lelaki yang merupakan pensiunan TNI ini.

Awal berdirinya komunitas ini,  mereka hanya berawal dari delapanan orang yang rutin melakukan senam di Manahan, di antaranya Gito, Tri, Beni, Surya, Suwar, Timur, Hardi, Seno, Harto, dan beberapa  orang yang lain. Semakin lama, banyak yang tahu mengenai senam unik tersebut dan kemudian langsung ikut bergabung. Pengikut senam pun semakin banyak, dalamn jangka waktu empat bulan mencapai 150-an orang. “Bahkan Pak Anom Suroto, Cak Dikin juga terkadang ikut dengan mengikuti senam kita,” lanjut Gito.

Untuk tips tertawa ini, mereka tak perlu memaksakana diri. Selalu ada alasan bagi mereka untuk bisa tertawa. Memang mereka bukanlah pelawak tapi selalu ada hal yang bisa mereka tertawakan. Tertawa ini bisa melepaskan pikiran yang tegang dan bisa kembali segar. “Pasti semuanya bisa tertawa, karena ada pancingan-pancingan dari teman-teman sehingga mau tidak mau pasti tertawa bersama,” ungkap Beni salah satu anggota.  Rahayu Astrini