Ilustrasi

Ilustrasi

SOLO – Meski isu kurikulum baru 2013 masih menimbulkan pro-kontra, namun sampai sekarang pun draf kurikulum tersebut  belum diresmikan pemerintah. Sedangkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa tengah sudah menjadwalkan sosialisasi kurikulum baru di bulan ini.

Hanya saja, banyak guru yang ditunjuk mewakili sekolah untuk mengikuti undangan selama tiga  hari tersebut mengaku kecewa. Salah satu perwakilan guru, Anwari mengungkapkan, tanggal 26 – 28 Maret 2013 beberapa guru mendapat undangan sosialisasi kurikulum baru dari Dinas Pendidikan Provinsi.

“Tapi tidak seperti yang saya harapkan, karena isinya hanya sharing karena draf kurikulum baru 2013 belum digedok. Sehingga sifatnya masih rahasia,” ujarnya pada Joglosemar, Sabtu (30/3).

Ia mengatakan, Februari lalu,  Dinas Pendidikan Provinsi pernah mengadakan teleconference dengan Waka Kurikulum SMK Kota Surakarta di SMK 2,  untuk meminta masukan berkaitan kurikulum 2013. Dari usulan itu diolah oleh Dirjen Pendidikan SMK untuk diajukan dan disahkan ke DPR.

“Itulah kenapa sampai sekarang drafnya belum juga di sahkan,”  ujar Anwari yang juga Waka Kurikulum SMK N 7 Surakarta.

Dalam acara itu dijelaskan, penjelasan kurikulum baru 2013 penting karena ada tantangan masa depan, arus globalisasi, lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konversi Iptek, ekonomi berbasis pengetahuan, pergeseran ekonomi dunia dan lain-lain.

“Kurikulum sekarang terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, dan materinya kurang bermuatan karakter,” ujarnya.

Kurikulum baru merupakan penyempurna dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004 dan KTSP 2006. Kurikulum baru akan memudahkan guru, karena guru hanya tinggal membuat RPP, melaksanakan pembelajaran, penilaian dan pengayaan.

Pasalnya, menurut Anwari,  silabus, buku panduan guru, buku teks siswa sudah dibuatkan dari pusat dan seragam. Sehingga sistem ini bagus karena mampu membuat sekolah-sekolah secara nasional sama dan merata. Jika dulu UN itu rasanya tidak adil dengan kurikulum baru 2013 maka pelaksanaan UN adil karena terpusat sistemnya sehingga seluruh Indonesia sama.

“Kemarin masih seharing saja. Baru Mei nanti akan disosialisasikan. Semoga cepat terealisasi, sehingga guru siap sebelum tahun ajaran baru. Setelah itu sekolah bisa mengadakan workshop agar silabus dan RPP bisa dipahami bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Surakarta, Rakhmad Sutomo mengungkapkan, bahwa guru-guru tidak perlu bingung dengan kurikulum baru. Itu akan memudahkan guru dalam mengajar anak didik.

“Saya berharap pada pemerintah pusat, untuk sosialisasi teknis kurikulum baru 2013 untuk guru-guru bisa diselesaikan bulan April,” tegasnya. *

Ahmad Yasin Abdullah