kopassusJOGJA-Kepolisian Daerah (Polda) DI Yogyakarta terus mendalami kasus tewasnya seorang anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, Sertu Santoso, dalam pengeroyokan di Kafe Hugo’s, Jalan Adisucipto, Sleman, Yogyakarta, Selasa (19/3) dini hari.

Penyidik telah menemukan bukti tambahan yang dapat mengungkap kematian Santoso. Bukti tambahan tersebut berupa pecahan botol dan rekaman CCTV di dalam kafe. “Untuk keperluan penyelidikan maka saat ini Hugos’s kami beri garis polisi dan mencabut izin operasional kafe yang punya cabang di berbagai kota besar di Indonesia ini,” kata Kepala Sub Direktorat Keamanan Negara Direskrimum Polda DIY, AKBP Djuhandani, Rabu (20/3) seperti dikutip Viva.

Menurut Djuhandani, berdasarkan keterangan empat tersangka yang kini meringkuk di Mapolda DIY, keributan terjadi beberapa saat setelah kedatangan rombongan korban. Keributan yang terjadi di halaman itu kembali terulang di dalam ruang kafe. “Perkelahian dimulai dari korban dengan DS, atau Dicky Ambon dan kemudian dibantu oleh beberapa orang tersangka. Sedangkan Yj atau Johan yang merupakan eks Polri berusaha melerai,” ujarnya.

Lebih lanjut Djuhandani mengatakan polisi saat ini juga tengah melakukan pendalaman terhadap rekaman CCTV di dalam Kafe Hugo’s saat pengeroyokan oleh DS dan temannya. “Kita masih mendalami rekaman CCTV didalam Kafe Hugo’s,” ujar dia.

Sementara itu, aksi penganiayaan terhadap anggota TNI kembali terjadi di Yogyakarta, Rabu (20/3). Anggota Kodim 0734 Yogyakarta, Sertu Suyono(39), harus dirawat di ruang UGD RS Bethesda, Yogyakarta, karena mengalami luka serius di kapala. Prajurit tersebut mengalami luka akibat dibacok saat berusaha melerai perkelahian dua kelompok pemuda.

Peristiwa perkelahian terjadi di JL Soetomo tepatnya di depan rumah makan Cak Koting sekitar pukul 14.00, Rabu(20/3). Suyono datang ke lokasi perkelahian karena dimintai bantuan warga untuk melerai. “Saat terjadi keributan, anggota saya itu ditelpon oleh orang untuk membantu. Saat berusaha melerai itu malah anggota saya di bacok,” kata Komandan Kodim 0734 Yogyakarta, Letkol (Arh) Ananta Wira di RS Bethesda, Yogyakarta. Luka bacokan terdapat di tiga bagian kepala Suyono. Kondisi korban sendiri dalam keadaan sadar.

Ananta mengaku sudah mengetahui salah satu dari pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut. Pelaku dikenal merupakan preman di kawanan Pasar Progo.  “Pelakunya Marcel, bersama rekan-rekannya. Ini anggota saya baru menuju Polres untuk melapor. Saya minta agar ditangkap pelakunya,” katanya. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Komisaris Dodo Hendro Kusumo mengaku belum menemukan keberadaan komplotan pelaku. Pihaknya masih memburu pelaku yang masih berkeliaran di sekitar pasar.  “Anggota saya sedang bergerak mengejar,” katanya.  Detik