MENGUNJUNGI JOGLOSEMAR--Salah satu guru MI Muhammadiyah Karanganyar menyerahkan kenang-kenangan kepada Redaktur Pelaksana Joglosemar, Suhamdani (kiri) saat berkunjung ke kantor Joglosemar, Senin (18/3). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

MENGUNJUNGI JOGLOSEMAR–Salah satu guru MI Muhammadiyah Karanganyar menyerahkan kenang-kenangan kepada Redaktur Pelaksana Joglosemar, Suhamdani (kiri) saat berkunjung ke kantor Joglosemar, Senin (18/3). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Sekitar 120 orang siswa SD Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Karanganyar mengadakan kunjungan ke kantor Joglosemar di Jalan Setiabudi 89 Solo, Senin (18/3) sekitar pukul 10.30 WIB.

Didampingi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang  Kesiswaan, Margiyanti dan beberapa guru lainnya, para siswa diterima oleh Redaktur Pelaksana Joglosemar, Suhamdani didampingi staf Litbang, Muhammad Maksum.

Dalam kata pembukanya, Margiyanti mengatakan, kunjungan media tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan siswa untuk lebih mengenal sejarah dan lingkungan di luar bangku sekolah.

“Tadi baru saja dari Keraton…. !” teriak para siswa menjawab pertanyaan Joglosemar dengan antusias.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak terlihat gembira dan antusias menyaksikan video  dokumenter Joglosemar. Lewat video tersebut, anak-anak dapat menyaksikan kegiatan peliputan reporter di lapangan, kegiatan  redaksional, penataan lay out,  proses cetak koran  hingga koran tersebut  sampai ke tangan pembaca.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, beberapa anak langsung bertanya usai pemutaran video selesai. Salah seorang siswi menanyakan bagaimana seorang wartawan selalu memperoleh berita-berita yang aktual.

Menjawab pertanyaan itu, Suhamdani menjelaskan bahwa untuk dapat membuat berita-berita aktual, setidaknya wartawan harus rajin membaca apa saja, baik buku, koran, majalah dan menyaksikan berita-berita di televisi. Sebab dengan rajin  membaca, akan memunculkan ide-ide baru untuk menulis berita.

Di samping itu, wartawan juga harus pandai bergaul dengan siapa saja, sehingga dapat memiliki sumber-sumber berita. Dari sumber-sumber berita itulah, bisa juga muncul informasi-informasi berita yang baru.  *** Ahmad Yasin Abdulah