ilustrasi

ilustrasi

WONOGIRI-Kasus peredaran video porno di Dlepih, Tirtomoyo, yang diduga pemerannya mirp Kades setempat, dibawa ke laboraturium Forensik Polda Jawa Tengah (Jateng). Hal itu guna mengetahui apakah aktor dalam video itu benar Kades atau bukan.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kasubbag Humas, AKP Supriyadi mengatakan pemeriksaan itu termasuk pencocokkan suara yang sempat terekam di dalam  video dan disamakan dengan frekuensi suara Kades Dlepih.

“Alat yang bisa sampai sedetil itu hanya ada di Polda dibantu satuan IT Cyber Crime. Laboratorium Forensik juga dilibatkan karena untuk mengidentifikasi figur di dalam video itu. Apakah ada kemiripan atau kesamaan dengan figur (tubuh) Kades yang dikatakan menjadi aktor dalam video itu,” jelas Hupriyadi, Kamis (28/2).

Selain itu, akan dicek pula waktu pembuatan video itu yang biasanya berada di dalam metadata suatu file, baik dokumen, gambar, maupun video.

Sedangkan terkait pemeriksaan, Kades Dlepih, Sutarmo masih menjalani pemeriksaan hingga Kamis (27/2). Dalam pemeriksaan itu dirinya tetap menyatakan bahwa aktor dalam video berdurasi empat menit 48 detik itu bukanlah dirinya. “Dia tetap mengatakan bukan dia orang dalam video itu,” lanjutnya.

Terkait pasal yang bisa menjerat jika memang terlapor bersalah, ialah Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman pidana penjara maksimal satu tahun empat bulan. Tapi jika memang aktor itu benar Kades yang dimaksud, maka akan terjerat UU Pornografi.

Seperti diberitakan, video porno yang dikatakan beberapa warga aktornya mirip Kades itu mulai tersebar pertengahan Desember 2012 lalu. Tepatnya sebelum Pilkades tahap III yang juga diikuti Sutarmo berlangsung. Setelah Sutarmo terpilih kembali menjadi Kades di periode keduanya, video itu masih saja menyebar. Ia pun melaporkan ke Polisi pertengahan Januari lalu. Lima warga dilaporkan Sutarmo, yakni Wd, Wr, Tk, Jm, dan Hr. Eko Sudarsono