AMANKAN ASET - Warga Desa Sabrang, Delanggu, memasang patok di tanah kas desa di Desa Dukuh, Delanggu, Rabu (24/4). Pemasangan patok tersebut dilakukan untuk mengamankan aset Desa Sabrang. Joglosemar/Angga Purnama

AMANKAN ASET – Warga Desa Sabrang, Delanggu, memasang patok di tanah kas desa di Desa Dukuh, Delanggu, Rabu (24/4). Pemasangan patok tersebut dilakukan untuk mengamankan aset Desa Sabrang. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Puluhan warga Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Klaten melakukan pemasangan patok tanah kas desa, Rabu (24/4). Pemasangan patok dilakukan lantaran warga tidak ingin kehilangan tanah kas yang merupakan aset desa tersebut.

Tanah kas Desa Sabrang tersebut berlokasi di Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu. Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sabrang, Sumanto, mengatakan pemasangan patok dilakukan di Dusun Ngemplak Etan dan Dusun Pokakan, Desa Dukuh, Delanggu. “Pemasangan patok ini kami lakukan untuk melindungi aset desa yang berada di Desa Dukuh agar tidak hilang,” ujarnya kepada Joglosemar.

Sumanto mengungkapkan, dari ketiga lokasi tanah kas desa milik Desa Sabrang yang berada di Desa Dukuh tersebut masing-masing memiliki luas antara 2.300 hingga 2.400 meter persegi. Hanya saja dari ketiga tanah tersebut, satu di antaranya masih bermasalah. “Salah satu tanah kas desa yang ada di Dusun Pokakan Desa Dukuh sudah dijual oleh Kepala Desa Sabrang, Sunarso, kepada orang lain tanpa sepengetahuan warga dan dilakukan secara sepihak. Tentu perkara ini tidak dapat dibiarkan karena disinyalir dana penjualan tanah kas desa masuk ke kantong pribadi,” ungkap Sumanto.

Sumanto menjelaskan, keberadaan ketiga tanah kas desa milik Desa Sabrang yang berada di Desa Dukuh tersebut bermula dari kasus dugaan penyelewengan tukar guling yang di lakukan oleh Kepala Desa Sabrang, Sunarso, yang telah menjabat selama dua periode pada 2002 silam. Diduga, penjualan tersebut dilakukan atas nama pribadi kepada pihak ketiga tanpa adanya koordinasi dengan masyarakat dan BPD. “Warga menduga Kades lama telah menjual tanah kas desa itu tanpa koordinasi dengan BPD dan warga pada saat itu. Seiring perjalanan waktu akhirnya kasus itu terbongkar sehingga saat ini warga memasangi patok. Pematokan dilakukan karena tanah itu milik Desa Sabrang,” jelas Sumanto.

Menurutnya, warga Desa Sabrang menuntut kepada kepala desanya untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut sebelum serah terima jabatan kepala desa yang baru. Warga meminta tanah kas desa yang terlanjur dijual untuk segera dikembalikan ke desa. “Sebelum pelantikan kepala desa yang baru, kepala desa yang lama harus sudah menyelesaikan persoalan tanah kas desa itu. Kalau tidak diselesaikan maka bisa jadi pelantikan kepala desa yang baru bisa molor. Saat ini penyelesaian sudah kami serahkan ke kecamatan,” jelas Sumanto.

Menanggapi itu, sejumlah perangkat desa Sabrang enggan banyak berkomentar. Namun mereka menyebutkan bahwa lahan tersebut saat ini dalam tahap penyertifikatan atas nama Pemerintah Desa Sabrang. Sebelumnya, Camat Delanggu, Sri Wahyuni, mengatakan akan segera memfasilitasi pertemuan antara warga, BPD dan Pemerintah Desa Sabrang untuk membahas penyelesaian persoalan tersebut. Angga Purnama