Bibit Waluyo

Bibit Waluyo

Siapa tak kenal Gubernur Jateng Bibit Waluyo? Beberapa waktu lalu, Bibit Waluyo sempat berseteru dengan Joko Widodo (Jokowi), ketika masih menjabat Walikota Solo. Perseteruan tersebut menyangkut bekas pabrik es Saripetojo yang akan dirobohkan untuk dibangun mal. Namun, Jokowi ketika tidak akan memberikan izin dengan alasan bangunan pabrik es termasuk bangunan benda cadar budaya. Buntutnya, Bibit sempat menyebut Jokowi,Walikota bodoh di media massa, namun semua itu sudah berlalu.

Tapi, lagi-lagi Bibit Waluyo kembali memperlihatkan emosinya. Bahkan Bibit sempat menunjuk-nunjukkan dengan telunjuknya ke arah salah seorang wartawan televisi lokal usai peletakan batu pertama pembangunan Hotel Saripetojo, Sabtu (27/4).

Kemarin, saat keluar dari tenda, Bibit yang masih memakai kalung bunga melati itu menemui kerumun wartawan yang sudah menunggunya.

Tidak menunggu lama, seorang wartawan menanyakan perihal nasib Rumah Dinas (Rumdin) Manajer Saripetojo yang masuk sebagai benda cagar budaya. Saat ditanya, bukannya menjawab pertanyaan wartawan, Bibit justru menudingnya hanya mancing-mancing kesalahannya.

“Wong kamu yo ngerti ndadak takon, yen wes ngerti ki rasah takon rasah mancing-mancing, kowe takon gor nggoleki gen aku keliru ae. Iyo kethok seko cara pertanyaanmu,” kata Bibit dengan wajah yang tidak bersahabat.

Meski begitu, Bibit akhirnya menjawabnya. “Ini untuk cagar budaya, titik. Trus meh takok opo meneh?,” jawabnya.

Kemudian, saat ditanya mengenai cuti kampanye, Bibit pun menolak menjawabnya. Dengan dalih itu merupakan urusan pribadinya. “Itu kan urusan saya, nanti tak atur sendiri,” kata Bibit.

Sedangkan saat ditanya salah seorang wartawan soal deklarasi netralitas PNS, Bibit mengatakan jika hal itu perlu dilakukan. Hanya saja, dirinya tidak menjelaskan bagaimana pelaksanaannya dan kapan itu akan dilakukan.

“Ya perlu nanti akan dilaksanakan, tunggu waktunya. Rasah kesusu, wong Solo kui opo-opo kesusu,” tandasnya.

Sementara, saat ditekankan apakah langkah tersebut perlu dilakukan, Bibit justru membalikkan pertanyaan itu kepada wartawan. Tidak hanya itu, Bibit pun juga menunjuk-nunjuk wartawan tersebut. “Perlu pora? Perlu pora? Perlu pora,” tanya Bibit berulang-ulang.

Menanggapi netralitas PNS dalam Pemilu, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak keberatan dengan deklarasi tersebut. Hanya saja, untuk melaksanakan deklarasi itu, bukan kewenangannya. Melainkan, Sekretaris daerah (Sekda) yang merupakan pucuk jabatan PNS. “Yang jelas PNS itu tidak boleh menjadi anggota partai politik, itu saja. Yang mendeklarasikan Pak Sekda, kalau saya ya lucu. Saya bukan PNS,” kata Rudy.

Ari Purnomo