LESEHAN KERONCONG ASLI-Penampilan Orkes Keroncong Mantra Univet Bantara Sukoharjo saat menghibur sejumlah pecinta musik keroncong pada acara bertajuk Lesehan Keroncong Asli di Pendapa Gede TBJT Solo, Selasa (16/4) malam. Joglosemar/Yuhan Perdana

LESEHAN KERONCONG ASLI-Penampilan Orkes Keroncong Mantra Univet Bantara Sukoharjo saat menghibur sejumlah pecinta musik keroncong pada acara bertajuk Lesehan Keroncong Asli di Pendapa Gede TBJT Solo, Selasa (16/4) malam. Joglosemar/Yuhan Perdana

Bukan hanya musik dangdut saja yang bisa bikin penontonnya untuk bergoyang. Namun, ketukan ataupun langgam musik keroncong pun juga bisa membuat penonton berdendang dan bergoyang. Seperti terlihat dalam Lesehan Keroncong Asli di Pendapa TBJT, Selasa (17/4). Adalah OK Mantra Univet Bantara Sukoharjo dan OK Tirta Lawu Karanganyar.

OK Mantra Univet langsung berhasil mengajak penonton bergoyang berdendang dengan lagu Marilah Kemari yang dibawakan dengan campuran musik country dan keroncong. Begitu juga dengan OK Tirta Lawu Karanganyar yang membawakan lagu yang pernah dibawakan Waldjinah, Tanjung Perak dengan aransemen keroncong asli.

Lagi-lagi lagu langgam keroncong ini juga berhasil menjadi teman goyang para penonton. Tak sedikit penonton yang menggelengkan kepala dan menggerakan jarinya lantaran ikut larut dalam alunan keroncong.

Malam itu OK Mantra Univet Bantara Sukoharjo membawakan lagu seperti, Semalam di Malaysia, Luntur, Sepasang Mata Bola dan lainnya. Sedangkan OK Tirta Lawu Karanganyar membawakan, Semusim, Sugali, Lagu untuk Negeri, dan lainnya. Secara permainan musik kedua grup ini memang diakui kualitas musiknya.

Jika dilihat dari pentas tersebut, memang ada semacam ‘pertarungan’ di antara kedua warna musik masing-masing orkes keroncong. OK Tirta Lawu memang condong dengan keroncong asli. Berbeda dengan OK Mantra Univet Bantara Sukoharjo yang lebih suka untuk mengaransemen ulang lagu. Namun, bagaimanapun musik keroncong tetap mewarnainya dan berhasil mengajak penonton berdendang.

Suparno ST, salah seorang pengurus OK Tirta Lawu Karanganyar mengatakan bahwa seluruh personil grup ini merupakan karyawan PDAM Kabupatan Karanganyar. Grup ini sendiri terbentuk sejak tahun 90an, sampai sekarang belum ada regenerasi. “Meskipun kami memiliki usia yang sudah lanjut dan memiliki kesibukan, namun itu bukan alasan kami untuk tidak mempertahankan seni keroncong,” ujarnya saat ditemui Joglosemar di sela pertunjukan.

Terpisah koordinator OK Mantra Univet Bantara Sukoharjo, Joko Surya Atmaja mengatakan sebagai kalangan dari akademisi grup ini selalu menampilkan iringan musik yang terbilang berbeda dari lainnya.  Jiwa semangat dari penggawanya yang terdiri dari dosen dan mahasiswa mempengaruhi dalam membawakan musik keroncong.

“Setiap  kali kami tampil kami selalu mengadakan aransemen ulang. Hal ini kami lakukan untuk memberi nuansa baru dari musik aslinya sehingga mampu menghibur masyarakat,” katanya. Raditya Erwiyanto