Ibu Korban Menangis Histeris

Pelaku ini memiliki keahlian khusus karena pernah mengikuti pelatihan satpam.” AKP Andis Arfan Tofani | Kasat Reskrim Polres Sukoharjo

REKA ULANG- Tersangka Irfan Junanto (23) memperagakan adegan pembunuhan Diana Oktaviana (17) di persawahan Dukuh Jetis RT 1/ RW VII Desa Menuran, Baki, Sukoharjo, Rabu (10/3). (Foto kanan) Sugihwati (dua dari kiri), ibu korban diadang Polisi saat berusaha mendekati tersangka. Joglosemar | Murniati

REKA ULANG- Tersangka Irfan Junanto (23) memperagakan adegan pembunuhan Diana Oktaviana (17) di persawahan Dukuh Jetis RT 1/ RW VII Desa Menuran, Baki, Sukoharjo, Rabu (10/3). (Foto kanan) Sugihwati (dua dari kiri), ibu korban diadang Polisi saat berusaha mendekati tersangka. Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO- Jajaran Satuan Reskrim Polres Sukoharjo melakukan rekonstruksi pembunuhan terhadap Diana Oktaviana (17) di persawahan Dukuh Jetis RT 1/ RW VII Desa Menuran Kecamatan Baki Menuran, Baki, Sukoharjo, Rabu (10/3). Dengan pengawalan ketat, tersangka Irfan Junanto alias Gendut alias Panjul alias Gembul (23) memperagakan 34 adegan.

Tersangka dibawa ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pukul 09.30 WIB dengan dikawal ketat jajaran Reskrim. Warga pun tidak diperbolehkan mendekati dari radius 500 meter dari TKP.

Dalam reka adegan itu diketahui, warga Sayangan RT 1 RW 3 Bentakan, Baki itu berkenalan dengan Diana lewat HP dan berjanji bertemu di SPBU Solo Baru. Dengan mengendarai Yamaha Vega R Nopol AD 2860 DS milik korban, pelaku menuju ke persawahan di Baki. Dengan berdalih buang air kecil, pelaku menghentikan kendaraan bersama korban yang memainkan HP-nya.

Saat kembali, pelaku langsung mencekik warga Kampung Petoran RT 1/ RW IX Petoran, Jebres, Solo itu hingga tersungkur ke aspal dan menariknya hingga parit yang berada di sebelah kanan motor yang terparkir. Di sana, pelaku mencekik korban dengan kaos kaki dan menginjak-injak leher korban. Pada saat itu, pelaku mendengar suara sepeda motor di sekitar lokasi. Karena takut ketahuan, pelaku langsung menyeret ibu satu anak itu menuju jalan setapak di sekitar lokasi parkir.

Meski sudah lemas, korban masih hidup. Baju atasan model blus yang dikenakan korban tersingkap sehingga membuat Irfan bernafsu. Akhirnya, celana dalam beserta jeans korban dilepas dan dibuang di parit. Irfan langsung menyetubuhi perempuan yang tengah sekarat itu. Seusai memuaskan hasratnya, korban dibuang ke parit dengan kondisi tengkurap dan ditinggalkan begitu saja.

Kasat Reskrim, AKP Andis Arfan Tofani menyebutkan, dari reka adegan diketahui pelaku sudah lihai dengan dibuktikan menggunakan kaos kaki untuk mencekik korban. “Tujuannya adalah menghilangkan barang bukti. Pelaku ini memiliki keahlian khusus karena pernah mengikuti pelatihan satpam,” kata dia di lokasi rekonstruksi.

Pihaknya juga menyampaikan, pelaku yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu RS di Solo itu diduga sudah merencanakan pembunuhan. “Sudah direncanakan meski hanya mendadak. Pelaku kami jerat dengan dengan 365, 338, 339, 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati,” imbuhnya.

Sementara itu, berjarak sekitar 10 meter terlihat ibu korban, Sugihwati (50) beserta adik-adik korban dan bibinya geram dan ingin mendekati pelaku. Namun belasan aparat Polisi mengadang dan melarang mereka mendekat. Sugihwati pun langsung berteriak histeris dan ditarik oleh petugas untuk menjauhi pelaku. “Sopo sing trimo anake dipateni sadis kayak ngono (siapa yang terima anaknya dibunuh dengan cara sadis seperti itu?” kata dia sambil menangis.

Saat Joglosemar menemuinya, perempuan berbaju merah itu hanya memiliki satu permintaan, yakni melihat wajah pelaku. Hanya saja, sampai rekonstruksi usai, keinginan itu tidak tercapai. “Jujur saya dendam, kalau dia ada di depan saya sudah saya pukul dengan botol yang saya bawa ini. Saya minya dihukum mati. Nyawa harus dibayar dengan nyawa!” geramnya. Murniati