Cekit-cekit Seperti Digigit Semut, Tapi Enak…

Ada saja cara unik dalam rangka menyambut peringatan Hari Kartini. Salah satunya, dengan saling mengepang rambut teman, seperti yang dilakukan para siswa SD dan TK di Sukoharjo ini.

KEPANG RAMBUT- Siswa Kelas IV SD Joho 2 mengepang rambut untuk memperingati Hari Kartini di Alun Alun Satya Nagara, Jumat (19/4) Murniati

KEPANG RAMBUT- Siswa Kelas IV SD Joho 2 mengepang rambut untuk memperingati Hari Kartini di Alun Alun Satya Nagara, Jumat (19/4) Murniati

Rambut Lutfiah Efi Nur Hidayah (9) tergerai disapu angin yang berhembus di Alun Alun Satya Nagara, Sukoharjo, Jumat (19/4). Mahkota gadis cilik yang berpakaian Pramuka itu akhirnya disisir oleh teman sekelasnya, Retno Puji Lestari (11). Dua siswa kelas IV SDN Joho 2 itu pun bahu membahu mengepang rambut di salah satu public space di Kota Makmur itu.

Mereka bersama 33 teman satu sekolahnya berpartisipasi dalam acara mengepang rambut massal untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Dengan cekatan Retno memilah-milah rambut Efi menjadi delapan bagian. Dalam waktu 30 menit, separuh rambut Efi selesai di kepang. “Saya sudah terbiasa ngepang, jadi ya bisa cepat selesai,” kata Retno sambil melanjutkan mengepang.

Di sisi lain, wajah Efi sedikit menyeringai. Terkadang ia merasakan rasa sakit di kepalanya. “Rasanya cekit-cekit seperti digigit semut. Tapi enak, rambut tidak rusak kalau ada angin,” ujar Efi sembari tersenyum.

Guru SDN Joho 2, Susilo Aprilyanto mengatakan, dengan mengepang maka diharapkan tali silaturahmi dan kekerabatan bisa lebih kental. “Ini bisa menumbuhkan sikap gotong-royong dan meningkatkan kekerabatan serta saling membutuhkan,” kata dia.

Acara kepang rambut itu juga diikuti oleh 55 siswa-siswi TK Teladan. Di sana, tampak pula siswa-siswi TK Teladan Sukoharjo bersama ibu mereka masing-masing. Tak kalah ramainya, anak berusia empat hingga enam tahun itu ada yang berlari-lari, ada yang makan, bahkan ada yang tertidur di pangkuan sang bunda.

Seperti terlihat, Grace Putri Kinasih, gadis mungil berusia 4,5 tahun itu terlihat ngambek. Sang bunda pun langsung membujuk anaknya agar mau agar rambutnya dikepang.

Usut punya usut, Grace ingin dipakaikan mahkota di rambutnya yang berwarna agak cokelat itu. Namun, sang bunda tidak membawanya. Roti bolu yang diberikannya pun tidak bisa menghibur putri mungilnya itu.

Kepala TK Teladan, Sri Wijiati mengatakan pihaknya menyelenggarakan acara ini lantaran ingin mengenalkan kembali budaya kepang. “Selain memperingati Hari Kartini, kami ingin nguri-uri budaya Jawi. Lagi pula, selama ini anak-anak ada yang tidak tahu apa itu mengepang rambut,” kata dia.

Menurutnya, anak putri zaman sekarang lebih familiar dengan rebonding dan rambut keriting memakai obat kimiawi. “Dulu kan perempuan yang rambutnya panjang selalu dikepang. Nah, tradisi itu pun lambat laun tertinggal. Saat ini, kami ingin mengenalkan kembali,” ujar dia. (*) Murniati