Lapas Cebongan pasca penembakan. (ant)

Lapas Cebongan pasca penembakan. (ant)

Sleman – Polda DIY membantah kamera Close-Circuit Television (CCTV) yang berisi rekaman perkelahian antara anggota Koppasus Sersan Kepala Santoso dengan empat korban penembakan di Lapas Cebongan, Sleman telah diedit.  Polda akan menyerahkan rekaman CCTV kepada Hugo’s Cafe.

Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anny Pudjiastuti, Kepala Bidang Humas Polda DIY, menyatakan CCTV saat ini masih diamankan penyidik Polda DIY. Rekaman itu tidak disebarkan dengan alasan untuk proses penyidikan. CCTV tidak diserahkan ke tim TNI maupun Komnas HAM karena kasus hukum di Hugo’s Café berbeda dengan kasus penyerangan Lapas Cebongan.

Polda DIY akan segera menyerahkan CCTV kepada pemiliknya atau Hugo’s Café karena penyidikan kasus ini dihentikan.  “Tidak benar. Kita bekerja profesional. Tidak berani menambah dan mengurangi rekaman,” jelasnya dilansir Tempo.

Kris Erlangga, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, menambahkan rekaman berdurasi tiga menit tidak diedit. Rekaman berisi pertemuan Sersan Kepala Santoso dengan pelaku, perselisihan, pemukulan menggunakan botol hingga penusukan. “CCTV berisi kejadian perkelahian di dalam. Fakta hukumnya terjadi senggolan. Dari keterangan pelapor dan terlapor tidak saling kenal,” katanya.

Sementara itu terkait pencabutan izin Hugo’s Cafe, Pemkab Sleman mengaku belum bisa mencabut izin gangguan kafe tersebut. Pasalnya izin gangguan tempat hiburan tersebut menyatu dengan izin Hotel Sheraton Mustika Ratu.  “Kalau untuk Izin Operasional atau Surat Izin Usaha Kepariwisataan tersebut memang sudah dicabut oleh Disbubpar. Saat ini kami sedang mencari langkah yang tepat terkait izin gangguan Hugo’s Cafe,” katanya Ardani, Kepala Kesbanglinmas Sleman. Cisilia Perwita S