22.600 Polisi Amankan Pilgub

Rustriningsih

Rustriningsih

SOLO – Sikap Rustriningsih yang menolak mendukung pasangan Ganjar-Heru dalam Pilgub Jateng 26 Mei mendatang dan niatnya membelokkan dukungan, dinilai sebagai pernyataan pribadi. Meski demikian,  PDIP di Jateng akan berusaha maksimal untuk  mengamankan suara.

Hal itu ditegaskan oleh pendamping Plh Ketua DPD PDIP Jateng, FX Hadi Rudyatmo. Dikatakan, jika nantinya benar-benar Rustriningsih mengarahkan dukungannya ke calon lain, itu juga hak yang bersangkutan. Namun Rudy menyayangkan,  sebagai kader partai yang ditugaskan sebagai legislatif dan eksekutif, mestinya Rustri bersyukur pada Tuhan dan taat pada partai.

“Itu memang hak Rustriningsih sebagai pribadi. Namun kalau sebagai kader PDIP yang ditugaskan sebagai Wakil Gubernur, pasti akan berbeda sikapnya,” ujar Rudyatmo, Jumat (12/4).

Rudy, sapaan akrab Hadi Rudyatmo mengatakan, tanpa PDIP,  Rustriningsih tidak akan bisa menjadi Bupati Kebumen selama dua periode. Kemudian  menjadi Wakil Gubernur Jateng hingga sekarang.

Rudy menganalogikan, sebagai Kepala Daerah dari PDIP yang sudah dua kali menjabat Wakil Walikota, dan Walikota Solo hingga  sekarang, ia merasakan benar jasa partai. Tanpa kendaraan politik dari PDIP semua itu menurutnya tak bisa diraih.

“Tapi kalau tidak mau bersyukur, ya silakan.  Itu  hak masing-masing. Sebagai kader PDIP patut menyadari sudah diberikan kesempatan mengabdi dan melayani masyarakat. Tidak tersandung masalah korupsi dan masalah dengan partai, itu sudah bagus,” paparnya.

Rudy menegaskan, terkait hasil survei yang menunjukkan elektabilitas pasangan Ganjar-Heru paling rendah, hal itu tidak menjadi persoalan. Menurutnya, hasil survei bukan segalanya, tetapi hanya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

“Tanpa Rustriningsih PDIP masih punya keyakinan bisa menang, asalkan kerja keras dan gotong royong,” terangnya.

Ditambahkan Rudy, dalam Pilgub Jateng, PDIP melakukan gotong-royong dalam segala hal, termasuk dalam hal penggalangan dana. Akan tetapi nominalnya tidak dapat diukur. Siapa yang membantu dalam bentuk apapun diperbolehkan.

“Kalau mampunya banner, stiker, kaos dan spanduk tidak masalah. Gotong-royong tidak boleh mematok nilai, tetapi sesuai kemampuan masing-masing,” tandasnya.

DPP PDIP pun rupanya tak terusik oleh sikap Rustriningsih. Jangankan menjawab atau memberi penjelasan, PDIP bahkan sama sekali belum memikirkan masa depan Rustri. “Kita lagi sibuk mikirin Jawa Tengah, belum mikirin Rustri,” kata Puan Maharani, langsung masuk ke ruang rapat internal fraksi di DPR, Jakarta, Jumat (12/4).

Sampai kini memang Rustri belum mendapat penjelasan soal keputusan PDIP memilih Ganjar Pranowo menjadi Cagub Jateng. Banyak pihak melihat Rustri yang punya potensi menjadi capres/cawapres masa depan telah dibuang oleh PDIP.

Namun Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menampik anggapan Rustri ‘terbuang’ dari partai. Meskipun Tjahjo bahkan tidak tahu, posisi apa yang akan diberikan ke Rustri.
Tjahjo juga menampik adanya perseteruan antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Rustriningsih. Hal ini disebut-sebut membuat tokoh yang dikenal bersih, merakyat dan populer di Jateng itu kehilangan tiket ke Pilgub.

“Nggak ada itu,” tampik Tjahjo saat diwawancara terpisah.

Meski hubungan Rustriningsih dengan jajaran teras PDIP renggang pascapenetapan calon gubernur Jawa Tengah, namun PDIP tetap mengundang Rustriningsih dalam deklarasi Cagub/Cawagub Ganjar-Heru di Solo, Minggu (14/4).

“Ibu Rustri diundang dalam deklarasi pasangan Ganjar-Heru jam 10.00 WIB di Stadion Manahan Solo. Ibu Mega juga akan hadir,” kata Plt Ketua DPD PDIP Jateng, M Prakosa, Jumat (12/4).

Prakosa berharap Rustri menghadiri deklarasi tersebut. Sebab sebagai kader Rustri juga berperan.  Prakosa juga menepis retaknya hubungan Rustri dengan Mega.  ”Hubungan beliau berdua sangat baik, tidak ada masalah,” sambungnya.

Polda Jawa Tengah sendiri akan menerjunkan sedikitnya 22.600 personel Kepolisian untuk melakukan pengamanan selama masa tahapan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur 2013 mendatang. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Didik Tri Widodo mengatakan, personel yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan Pilkada dan menjaga objek-objek vital di Jawa Tengah. Detik | Okezone | Muhammad Ismail