pilkadesKLATEN – Hasil penghitungan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Senden, Kecamatan Ngawen ditolak salah satu calon kepala desa (cakades). Pasalnya, hasil perhitungan suara dinilai cacat dan sarat terjadinya kesalahan.

Penolakan tersebut bermula setelah hasil perhitungan suara Pilkades di deas tersebut hanya selisih satu suara. Cakades, Wagino dengan lambang padi memperoleh suara lebih sedikit dari Cakades Triyono yang berlambang Ketela. Kemudian Wagino Panitia Pencalonan dan Pengangkatan (Palona) desa setempat untuk melakukan penghitungan ulang. Namun ditolak dengan alasan tidak ada dalam prosedur Pilkades. Kondisi tersebut sempat memicu ketegangan antar pendukung Cakades . Namun kondisi reda setelah beberapa anggota Polres Klaten dibantu TNI mengamankan Kantor Desa Senden.

Ketua Palona Pilkades Senden, Prawoto, menjelaskan total suara sah hasil penghitungan dari ketiga Cakades yakni 1946 suara. Perinciannya, Cakades gambar ketela, Triyono mendapatkan 762 suara dan Cakades gambar padi, Wagino, mendapat suara 761 suara dan Cakades gambar jagung, Rus Kuncoro, mendapat 423 suara. “Cakades gambar padi dan pendukungnya tak terima dengan selisih yang hanya satu suara. Mereka menuntut dilakukan penghitungan ulang. Namun kami menolak dengan alasan dalam peraturan pelaksanaan hanya ada satu kali penghitungan suara,” ujarnya, Jumat (12/4).

Ia meminta kepada Tim Sukses Cakades untuk mengadukan permasalahan tersebut kepada Desk Pilkades Pemkab Klaten. Ia mengatakan petugas Palona telah selesai melakukan penghitungan dan laporannya telah diserahkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Senden dengan tembusan kepada Camat Ngawen. “Tugas kami hanya melakukan penghitungan satu kali. Jika tidak dapat menerima hasil penghitungan atau menganggap ada permasalahan terkait perolehan suara silahkan laporkan kepada Desk Pilkades sebagai pihak yang berwenang,” paparnya.

Koordinator tim sukses Cakades Wagino, Tarmuji, mengatakan pihaknya mencurigai adanya kejanggalan pada proses penghitungan suara. Pasalnya, sering adanya ketidaksinkronan antara petugas pembaca surat suara dengan petugas pencatat.

Untuk itu, pihaknya meminta adanya penghitungan ulang. Pihaknya juga akan segera melaporkan kejanggalan tersebut kepada Desk Pilkades untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, pihaknya akan menerima apapun hasil penghitungan ulang yang dilakukan secara cermat. “Apapun hasilnya, entah menang ataupun kalah akan kami terima dengan lapang dada. Kami hanya meminta dilakukannya penghitungan ulang secara cermat agar jelas hasil akhirnya,” tukasnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten yang sekaligus sebagai Ketua Desk Pilkades, Sartiyasto, menjelaskan hasil penghitungan surat suara di Desa Senden sudah sah, karena sudah ditandatangani Palona. Sehingga tidak bisa dilakukan penghitungan ulang. “Sesuai Perbup Nomor 2 Tahun 2007, hasil penghitungan suara tidak bisa diulang jika sudah ditandatangani Palona. Sebab tidak ada peraturan yang mengatur penghitungan ulang jika sudah ditandatangani Palona,” jelas Sartiyasto. Angga Purnama