PELATIHAN USAHA - Chief Hotel Sahid Jaya, Suraji memberikan contoh kepada peserta untuk membuat kreasi makanan berbahan dasar pisang dalam pelatihan usaha kecil bagi perempuan yang di adakan komunitas Sosialita Solo di Hotel Sahid Jaya, Solo, Selasa (16/4). Joglosemar/Abdullah Azzam

PELATIHAN USAHA – Chief Hotel Sahid Jaya, Suraji memberikan contoh kepada peserta untuk membuat kreasi makanan berbahan dasar pisang dalam pelatihan usaha kecil bagi perempuan yang di adakan komunitas Sosialita Solo di Hotel Sahid Jaya, Solo, Selasa (16/4). Joglosemar/Abdullah Azzam

SOLO- Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Sosialita Solo, mengadakan pelatihan usaha kecil bagi perempuan kurang beruntung di Hotel Sahid Jaya, pada Selasa (16/4). Acara ini merupakan wujud misi sosialita dengan melakukan trading business (pelatihan usaha) bagi perempuan, social activities, mediation dan advocacy assistance terhadap permasalahan perempuan.

Irien S Notonegoro, Sekretaris Jenderal Sosialita Kota Solo, saat ditemui Joglosemar menjelaskan, acara ini diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan Sosialita terhadap perempuan yang nasibnya kurang beruntung.

“Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini juga, pelatihan ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi perekonomian kurang beruntung, terutama para single parents yang menjadi tulang punggung keluarga yang berjuang untuk mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan keluarga,”terangnya.

Selain itu, kata Irien, kegiatan ini menjadi ajang apresiasi dan kreasi kaum perempuan dalam bidang keterampilan dan usaha kecil, serta mencetak dan memfasilitasi para perempuan yang kurang beruntung untuk menjadi pengusaha kecil.

“Peserta nantinya diberikan sejumlah materi dalam bentuk teori dan praktik. Motivasi untuk menjadi pengusaha kecil disampaikan oleh Ibu Febry Hapsari Dipu Kusumo, manajemen praktis usaha kecil oleh Rahmat Wahyudi, praktik pembuatan makanan ringan oleh Executive Chef Hotel Sahid Jaya Solo bernama Suraji,” paparnya.

Menurut Irien, dalam kesempatan ini pula akan diberikan sarana usaha berupa mini counter, beserta peralatan dan modal usaha bagi mereka yang memenuhi syarat. Peserta yang berjumlah sekitar 51 orang perempuan ini, berasal dari perwakilan dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Solo.

“Kami bekerja sama dengan PKK Kota Solo untuk menjaring perempuan single parents yang jadi tulang punggung keluarga dan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, berusia 50 tahun, dan yang terpenting memiliki semangat wirausaha tinggi namun tidak memiliki modal dan pengetahuan,” bebernya.

Irien menuturkan, setelah mendapatkan sejumlah materi teori dan motivasi dari para narasumber, peserta juga praktik memasak dengan bahan dasar pisang, yang dipandu oleh Chef Suraji. Kemudian dilakukan penjurian, bagi yang 10 terbaik akan mendapatkan mini counter atau gerobak dengan sarana prasarana dan modal usaha, sebagai bekal mereka berjualan.

“Target kami bagi yang mendapatkan bantuan usaha, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan mereka hingga 40 persen. Bagi yang mendapatkan mini counter, kami akan memantau terus perkembangan usaha mereka apakah berjalan atau tidak selama tiga bulan. Apabila yang berhenti di tengah jalan, kami akan menarik gerobak tersebut dan memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan,” imbuhnya.  Paramita Sari Indah