pilkadesSRAGEN—Meski pemilihan kepala desa (Pilkades) Taraman, Kecamatan Sidoharjo masih sebulan lagi, tensi politik di wilayah setempat sudah mulai menghangat. Hal itu tercermin dari geliat dukungan warga yang sudah terlihat pada deklarasi salah satu calon yang akan maju, yakni Agus Widodo alias Sunardi Sodron, Sabtu (18/5) malam.

Tak kurang dari 1.500 warga, kader, serta simpatisan pendukung Sodron hadir dalam deklarasi tersebut. Selain itu, deklarasi juga dihadiri oleh Ketua Panitia Pilkades Taraman, Muh Mukhlis, Ketua BPD Sukardi, serta mantan Kades dua periode terakhir, Sutino dan Suhardi.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pilkades Taraman, Muh Mukhlis mengatakan Pilkades dijadwalkan bakal dihelat tanggal 22 Juni mendatang. Pendaftaran calon akan ditutup 22 Mei dengan dua calon yang sejauh ini sudah mendaftar, yakni Agus Widodo dan Kamdiyo.

Acara deklarasi itu memang cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, dalam sejarah Pilkades di Sragen, baru di Taraman itulah muncul gagasan deklarasi calon secara resmi dengan menghadirkan ribuan kader. Bahkan malam itu manajer Agus Widodo, Heri Sanyoto secara khusus membuat pakta integritas kader dan calon yang intinya akan konsisten dengan visi misi jika nanti terpilih. “Ini sebagai jaminan kalau nanti diberi amanah dan terpilih, seandainya tidak bisa mengemban visi misinya warga yang memberi sanksi,” ujar Heri disambut aplaus hadirin.

Sementara, sang calon Agus Widodo mengatakan keinginannya maju lebih didasari panggilan hatinya untuk mengabdi dan membuat kemajuan bagi masyarakat Taraman. Selain memperbaiki sistem pelayanan KTP, akta, dan sertifikat yang lebih transparan, ia juga ingin menghidupkan kembali sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani di wilayahnya.

Salah satu konsepnya adalah mengaktifkan sumur irigasi bawah tanah di Dukuh Ngemplak, yang bertahun-tahun mangkrak. Menurutnya, debit sumur itu sangat potensial membantu irigasi puluhan hektare lahan warga Taraman, utamanya pada musim kemarau. “Mimpi saya cuma satu ingin buat Taraman seperti pilot project pelayanan prima untuk tingkat desa. Biar warga benar-benar merasakan bahwa pemerintah desa dan perangkat itu hadir untuk membantu warga,” tegasnya. Wardoyo