tresno suci sekesihSembari menunggu hasil ujian nasional (UN), pelajar abu-abu dari SMKN 8 Solo yang tergabung dalam Solah Gatra membikin pentas pertunjukan wayang orang di Pendapa TBJT, Selasa (30/4) malam. Salah satu sosok di balik keberhasilan para remaja tersebut adalah Benekditus Billy Adi Kusuma.

Billy, yang kerap memerankan buto dalam pentas Wayang Orang Sriwedari ini memilih lakon Tresno Suci Sukesi. Menggandeng sanggar tari Suryo Sumirat dan Metta Budaya, Billy mengombinasikan cerita asli tentang putra raja Alengka dengan interpretasinya. Tafsiran ceritanya ini tak lain adalah membawakan kisah kanak-kanak putra raja Alengka.

“Pada naskah yang asli tidak diceritakan kehidupan keempat saudara sewaktu kecil. Dalam naskah asli hanya diceritakan empat anak putra raja Alengka yang berselisih dengan Rama dari Ayodya, “ jelasnya.

Dikisahkan Sukesi tinggal di Alengka bersama empat anaknya, Rahwana, Kumbokarno, Sarpakenaka, dan Wibisana. Kian dewasa, Sukesi makin dilema karena empat bersaudara ini makin tidak rukun. Hingga suatu ketika, Wibisana diusir dari kerajaan oleh Rahwana. Karena Wibisana menentang keinginan sang kakak menyunting Widiowati.

Ketika Wibisana pergi, dirinya bertemu dengan Anoman, Laksmana, dan Rama. Sehingga munculah rasa belas kasih ketiga orang ini untuk membantu Wibisana menghancurkan kerajaan. Melihat keadaan ini, Sukesi merasa terpukul. Padahal dulu sewaktu kecil empat saudara ini hidup rukun.

Billy cukup cerdas memvisualisasikan cerita agar  para penonton larut dalam drama cerita ini.  Ia mengontekstualisasikan cerita wayang dengan fenomena zaman sekarang. “Meskipun ini cerita wayang, namun saya meyakini bahwa peristiwa hancurnya ikatan persaudaraan masih terjadi cuma gara-gara perbedaan pendapat,” ujarnya. Raditya Erwiyanto