LOGISTIK PILGUB-Sejumlah petugas tengah merangkai kotak suara untuk Pilgub Jateng untuk KPUD Boyolali, Sabtu (4/5).  Joglosemar|Ario Bhawono

LOGISTIK PILGUB-Sejumlah petugas tengah merangkai kotak suara untuk Pilgub Jateng untuk KPUD Boyolali, Sabtu (4/5). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI - Sebagian besar logistik untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sudah diterima KPU Boyolali, termasuk surat suara. Surat suara tersebut kemudian langsung disortir oleh petugas KPU sebelum didistribusikan. Sesuai jadwal, seluruh logistik Pilgub sudah harus diterima KPU hari ini, Senin (6/5).

Ketua KPU Boyolali, Ahmad Charir, mengungkapkan surat suara tersebut sudah diterima di KPU pada Jumat malam (3/5) kemarin. Kedatangan surat suara itu mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. “Sebagian besar logistik sudah datang seperti surat suara, tinta, formulir C6 atau undangan untuk pemilih, kartu tanda pengenal KPPS, buku panduan Pilgub, kelengkapan Coklit dan poster,”ungkap Charir.

Untuk surat suara, jumlahnya sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Boyolali yakni mencapai 810.118 lembar, ditambah dua persen dari jumlah pemilih. Penambahan ini sebagai antisipasi bila ditemukan surat suara yang rusak.

Untuk itu, begitu logistik surat suara datang, KPU segera melakukan sortir kerusakan serta pelipatan. Kemudian akan dilanjutkan dengan penghitungan sesuai kebutuhan per Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 19 kecamatan. Sedangkan untuk jadwal distribusi menurut Charir akan dilakukan tanggal 16-20 Mei mendatang. Selanjutnya tanggal 25 Mei, seluruh logistik Pilgub harus sudah didistribusikan ke setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk Pilgub, di Boyolali, terdapat 1.913 TPS.

Sementara sejumlah logistik yang belum datang di antaranya peralatan tulis, spanduk, baliho, sampul, spon dan alat mencoblos. Seluruh logistik yang sudah datang kemudian disimpan di KPU Boyolali.

Selain melakukan sortir, KPU Boyolali saat ini juga sudah mulai merangkai kotak suara. Perangkaian kotak suara dilakukan dengan melibatkan warga. Untuk satu kemasan kotak suara, warga akan mendapatkan upah Rp 1.000. Menurut Suwardi, salah satu warga Desa Siswodipuran Boyolali yang ikut pengemasan, dalam satu hari rata-rata mampu mengemas hingga 25 kotak suara. Pengemasan itu dilakukan di Gedung PGRI, dekat dengan kantor KPU Boyolali. “Lumayan untuk menambah penghasilan, biasanya sehari bisa 20-25 kotak,” tutur dia.Ario Bhawono