Mahasiswa FKIP UNS Mengidap Penyakit Langka

Mahasiswa FKIP UNS Mengidap Penyakit Langka

9410
51
PENYAKIT LANGKA--Agus Wibowo (41) menemani putrinya yang menderita penyakit langka, Guillain Barre Syndrome (GBS) di ruang ICU 2 RS Dr Oen Surakarta, Rabu (29/5). Joglosemar|Rahayu Astrini
PENYAKIT LANGKA–Agus Wibowo (41) menemani putrinya yang menderita penyakit langka, Guillain Barre Syndrome (GBS) di ruang ICU 2 RS Dr Oen Surakarta, Rabu (29/5). Joglosemar|Rahayu Astrini

Gadis cantik itu hanya terbaring lemah di Ruang ICU RS Dr Oen Surakarta. Sebuah ventilator  terpasang untuk membantu pernafasan. Dia menderita penyakit langka yang terjadi hanya 1 atau 2 kasus per 100.000 orang di dunia tiap tahunnya.

Lumpuh Itu Menyerang Setelah Kena Asam Lambung

Melihat paras ayu Aqin Rizka Ayati (19) yang kini tergeletak tak berdaya di tempat tidur, Kinah (40) hanya bisa memandang iba. Namun begitu, Kinah tetap berusaha tegar di depan anak yang  dia sayangi.

Tidak pernah terbayang dalam benaknya bahwa anak sulungnya itu akan mengidap penyakit langka Guillain Barre Syndrome (GBS). “Semangat Nak, penyakit itu datangnya dari Allah dan akan diambil juga oleh Allah,” serunya lirih pada Aqin sapaan akrab Aqin Rizka Ayati.

Kinah bercerita kepada Joglosemar, bahwa sebulan yang lalu, Aqin hanya mengeluhkan sakit pada perutnya. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Dr Oen Surakarta Aqin didiagnosa terkena penyakit usus tersumbat dan asam lambung. Dua minggu setelahnya dia pun dinyatakan sembuh.

Namun,besoknya, kaki dan anggota tubuh yang lain tidak bisa digerakkan. “Aqin sudah sebulan di rumah sakit Dr Oen. Dua minggu itu keluhannya usus, baru setelahnya dia dinyatakan mengidap penyakit GBS. Sudah dua minggu ini Aqin lumpuh,” ungkapnya kepada Joglosemar, Rabu (29/5).

Sebelum dinyatakan menderita GBS, gadis yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU)  2  RS Dr Oen ini, mendapatkan tanda-tanda tangannya kesemutan dan bergetar hingga akhirnya lumpuh.

Bahkan saat ini penyakit yang dideritanya juga menyerang otot pernafasan, sehingga gadis yang sebelumnya selalu ceria ini harus dibantu dengan ventilator untuk pernafasan. Sedangkan untuk makan dan minum dibantu dengan selang. “Makan pakai selang, kalau masalah pencernaan lancar, waktu buang air besar juga bisa rutin,” tutur Kinah.

Halaman Selanjutnya»
1
2
3
BAGIKAN

Leave a Reply