SOSIALISASI-Perwakilan pedagang Pasar Wonogiri Kota saat mengikuti sosialisasi pembangunan dak di lantai II pasar, Kamis (23/5). Joglosemar | Eko Sudarsono

SOSIALISASI-Perwakilan pedagang Pasar Wonogiri Kota saat mengikuti sosialisasi pembangunan dak di lantai II pasar, Kamis (23/5). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Pedagang Pasar Wonogiri Kota menolak rencana Pemkab yang akan membangun dak di lantai II pasar. Pasalnya, dak itu nantinya akan digunakan berjualan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini banyak berjualan di trotoar. Mereka justru mendesak Pemkab agar tegas memindahkan PKL ke lantai III pasar yang selama ini belum dimaksimalkan.

“Kami pedagang yang sudah sejak tahun 1988 berjualan di sini dan sudah memiliki kartu anggota dan selalu bayar retribusi, mengapa orang luar yang diminta menempati? Kami setuju tapi jangan dipakai untuk PKL. Pergunakan untuk pintu akses ke lantai II saja,” kata Parman salah satu pedagang dalam sosialisasi di kantor kepala pasar, Kamis (23/5).

Hal senada juga disampaikan Ketua Persatuan Pedagang Pasar Wonogiri, Joko Nulad Utomo. Ia berpendapat lantai III yang sudah dibangun, seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mewadahi PKL. “Yang dibutuhkan hanya ketegasan Pemkab. Pindahkan semua PKL di lantai III. Dan tadi kata Pak Kepala Dinas (Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM-red), ada area 1.000 meter persegi yang belum dipergunakan. Mengapa tidak memaksimalkan itu saja,” terang dia.

Kepala Disperindangkop dan UMKM, Sumardjono mengatakan proyek ini didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat. Jika memang tidak berkenan adanya dak itu, maka uang bisa dikembalikan ke kas pusat. Hanya saja konsekuensinya besar. “Mendapatkan dana ini tidak mudah, seluruh wilayah di Indonesia mencari dana ini. Kalau memang tidak usah dibuat ya sudah tidak apa-apa. Tapi pusat beranggapan kita menyia-yiakan dana ini,” tegasnya.

Awalnya, sejumlah pedagang setuju jika dak dibangun karena bisa meramaikan pasar. Ada pula yang mengatakan dak bisa dibangun tapi tidak untuk PKL. Di sisi lain, ada yang tidak setuju karena tidak akan berdampak. Semua masukan itu akan disampaikan kepada bupati. “Akan kita bahas lagi di pertemuan selanjutnya. Intinya hari ini sosialisasi dan menerima masukan dari pedagang,” terangnya.

Ia menuturkan, tujuan pembuatan dak adalah memang untuk PKL. Ada 27 PKL yang saat ini berjualan di trotoar. “Kalau dak itu dibuat hanya cukup untuk 20-21 PKL. Masih kurang,” lanjut Sumardjono.

Selain dinas ini, hadir pula perwakilan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika serta dari Dinas Pekerjaan Umum. Eko Sudarsono