Dr. H. Arief Budiman, Msi.Med, SpB  -- Dokter Spesialis Bedah Umum, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta

Dr. H. Arief Budiman, Msi.Med, SpB Dokter Spesialis Bedah Umum, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Suatu penyakit, apabila bisa dicegah, sebaiknya dilakukan pencegahan daripada melakukan pengobatan saat sudah terserang. Pengobatan tentunya lebih memakan biaya, tenaga, waktu dan tentunya lebih merugikan jika sudah terkena penyakit. Termasuk terkena penyakit Hernia.

Dokter Spesialis Bedah Umum, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, Dr. H. Arief Budiman, Msi.Med, SpB menjelaskan, mereka yang berisiko terkena hernia adalah pekerja berat, ibu yang sering hamil atau orang tua. Hernia juga bisa terjadi pada bayi karena celah pada pusar yang belum menutup sempurna. Mereka yang berisiko ini bisa melakukan pencegahan. Pencegahan yang bisa dilakukan antara lain, dengan memakai celana penekan perut, atau celana hernia saat beraktivitas berat. Bentuk celana ini ada bagian yang ketat dan tebal terutama di lipat paha, pada kantong pelir. “Untuk yang sudah ada benjolan, ini akan menahan benjolan supaya tidak semakin membesar,” katanya. Pada bayi, bisa dipakaikan gurita. Pada bayi ini biasanya celah bisa menutup sendiri dan biasanya ketika bayi berumur 6 bulan celah ini akan menutup.

Pada pekerja berat, usahakan memakai korset atau sabuk hernia saat beraktivitas. Atau bisa juga memakai celana ketat saat melakukan pekerjaan berat. Tetapi, pemakaian celana ketat ini tidak bisa dilakukan terus menerus, pada saat tertentu, celana ketat harus dilepas, supaya peredaran darah menjadi lancar dan mencegah timbulnya penyakit kulit. “Memakai celana anti hernia, atau memakai celana ketat bisa mencegah hernia. Namun sebaiknya hanya digunakan saat bekerja berat saja,” terang dia.

Meskipun bekerja berat suatu keharusan, tetapi, sebaiknya hindari beban yang overload. Selain itu, pada saat istirahat, usahakan berbaring sambil meletakkan kaki pada posisi yang lebih tinggi dari perut. Sebab, pada fase awal munculnya benjolan, dengan pengangkatan kaki ini, benjolan bisa masuk kembali. “Sebaiknya hindari beban yang overload,” ujarnya. Tri Sulistiyani