Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo

SEMARANG–Gubernur terpilih Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berkeinginan agar prosesi pelantikan dirinya sebagai gubernur pada 23 Agustus 2013 dilaksanakan secara sederhana sehingga tidak membutuhkan anggaran yang besar.

“Saya penginnya sederhana, tidak perlu mewah-mewah tapi tetap melibatkan rakyat,” kata Ganjar di Semarang, Kamis (20/6). Ia meminta kepada pihak pelaksana pelantikan agar menekan biaya agar tidak terlalu besar dan memberi ruang kepada masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung.

Saat ditanya ingin dilantik di dalam Gedung DPRD atau di halaman Gedung DPRD Provinsi Jateng, Ganjar menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada kalangan dewan. “Soal acara saya kompromistis karena itu sebenarnya wilayah kawan-kawan di DPRD dan saya menghormati apa pun keputusannya,” ujar anggota Komisi II DPR RI itu.

Kendati demikian, Ganjar cenderung lebih memilih pelantikan di tempat terbuka alias outdoor sehingga dapat disaksikan masyarakat secara langsung. “Saya merespons maunya masyarakat saja dan jumlah orang yang mau datang dalam pelantikan itu cukup banyak, termasuk teman-teman dari DPR RI,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng, Masrukhan Syamsurie, berpendapat jika pelantikan gubernur jadi dilaksanakan di luar gedung dewan maka hal itu menunjukkan gaya kepemimpinan Ganjar Pranowo yang keluar dari kebiasaan, namun tidak keluar aturan. “Hal itu sangat dibutuhkan untuk terjadinya perubahan kepemimpinan di Jateng,” ujarnya.

Menurut dia, gaya kepemimpinan di Jateng selama ini cenderung konservatif dan tidak ada yang menawarkan pemikiran baru yang lebih inovatif. “Mungkin gaya kepemimpinan konservatif ini ikut andil dalam menyebabkan Jateng mengalami ketertinggalan pendapatan daerah, pendapatan perkapita, dan prestasi olahraga dibandingkan provinsi lain dari luar Jawa, termasuk selalu berada di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Umum Sekretaris Dewan Provinsi Jawa Tengah Wibowo mengatakan, anggaran dana untuk pelaksanaan prosesi pelantikan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko sebagai pasangan Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018 mencapai Rp 1 miliar. “Jumlah yang telah dianggarkan dalam APBD murni tahun 2013 tersebut hanya asumsi dan anggaran itu tidak harus habis digunakan,” terangnya.

Ia menjelaskan, pos untuk makan minum pengamanan pelantikan gubernur menjadi pos anggaran terbesar dengan jumlah sekitar 40 persen. “Ada sekitar 800 tamu undangan dan 2.000 personel kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya pelantikan Gubernur Jateng yang akan dilaksanakan pada 23 Agustus 2013,” kata Wibowo.  Ant