Laporan hasil akhir validasi yang sudah dimusyawarahkan oleh seluruh desa mencatat dari total 69.420 RTS se-Sragen, ada sekitar 4.426 data BLSM yang salah sasaran.

PEMBAGIAN BLSM - Ribuan warga mengantre pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di kantor Pos Nusukan, Solo, Senin (24/6). Joglosemar/Abdullah Azzam

Pembagian BLSM

SRAGEN—Sedikitnya 4.426 rumah tangga sasaran (RTS) penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kabupaten Sragen terpaksa dialihkan ke warga lain yang berhak. Pasalnya, ribuan RTS itu diketahui menyasar ke warga yang sudah meninggal, sudah pindah, dan sudah naik derajat kesejahteraannya.

Tidak hanya itu, sebagian penerima juga diketahui menyasar ke PNS dan perangkat desa. Atas kondisi itu, Pemkab pun akhirnya berinisiatif mengalihkannya ke warga yang dipandang lebih berhak menerima.

Fakta tersebut terungkap dari hasil rapat koordinasi terkait persiapan pencarian BLSM yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Tatag Prabawanto dengan pihak Kantor Pos Sragen dan seluruh camat di ruang rapat Sekda, Jumat (28/6).

Tatag mengungkapkan, laporan hasil akhir validasi yang sudah dimusyawarahkan oleh seluruh desa mencatat dari total 69.420 RTS se-Sragen, ada sekitar 4.426 data BLSM yang salah sasaran. Atas kesepakatan dan musyawarah masing-masing desa, data salah sasaran itu kemudian dicarikan pengganti dari warga yang benar-benar berhak sebagai penerima.

“Data dari pusat total RTS penerimanya 69.420. Setelah dilakukan cek lapangan oleh Bagian Sumber Daya Alam (SDA) dan UPTPK, ternyata memang ada selisih sekitar 4.426 yang tidak layak menerima. Dan sudah disubstitusikan ke mereka yang berhak, sesuai misinya agar BLSM itu benar-benar tepat sasaran,” paparnya.

Menurutnya, sesuai petunjuk pusat, pengalihan memang boleh dilakukan sepanjang memang layak dialihkan. Pertimbangan lain, bahwa data BLSM yang dipakai oleh pusat adalah data penerima Raskin tahun 2011/2012, sehingga ketika diverifikasi ke lapangan ternyata ada dinamika yang membuat sejumlah data akhirnya tak relevan lagi. Namun, jumlah RTS penggantinya juga disesuaikan dengan jumlah data yang dialihkan, sehingga jumlah total penerima tetap 69.420 RTS.

“Kami juga akan membentuk tim monitoring dan pengaduan dari desa, kecamatan, maupun kabupaten. Tujuannya untuk memantau dan mengantisipasi jika ada keluhan atau aduan tentang BLSM,” terangnya.

Camat Masaran, Wisarto Sudin mengungkapkan untuk Kecamatan Masaran hasil validasi terakhir mencatat ada 522 RTS yang salah sasaran dan tidak layak. Atas musyawarah desa, RTS salah sasaran itu juga sudah diganti dengan warga yang berhak menerima dengan dikukuhkan melalui berita acara pengalihan oleh masing-masing RT dan Kades.

Sementara, Kasie Kesra Kecamatan Ngrampal, Ties Wahyuni menyampaikan untuk Ngrampal ada 607 RTS yang salah sasaran dan juga sudah disubstitusikan ke warga lain melalui berita acara. Wardoyo