Satriyo Teguh Subroto Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo

Satriyo Teguh Subroto
Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo

SOLO—Tersangka korupsi proyek pembangunan taman Kota Solo, mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Satriyo Teguh Subroto mengajukan penangguhan pelimpahan berkas tahap II kepada Polresta Surakarta. Seperti diketahui, berkas tahap II yang terdiri dari tersangka dan barang bukti rencananya akan dilimpahkan Polresta ke Kejari Surakarta pada Rabu (5/6) untuk diproses lebih lanjut.

Melalui kuasa hukumnya, Satriyo mengirimkan surat permohonan penangguhan pelimpahan itu, Rabu (5/6). “Karena yang bersangkutan (Satriyo) ada keperluan dinas untuk keluar kota dan menghadiri beberapa agenda, maka kami minta proses pelimpahan tahap II diundur,” terang Ari Setiawan, salah satu kuasa hukum Satriyo.

Ari mengatakan, pihaknya meminta agar Polresta melakukan pelimpahan tahap II pada Kamis (13/6) pekan depan. Hal itu sesuai dengan kesepakatan antara dirinya, tersangka Satriyo, dan anggota kuasa hukum lainnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Rudi Hartono melalui Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), AKP Darsono saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengajuan penangguhan pelimpahan oleh kuasa hukum tersangka Satriyo. Selanjutnya pihaknya akan mengoordinasikan hal itu dengan pihak Kejari Surakarta.

“Secepatnya kita akan lakukan koordinasi dengan kejaksaan untuk melakukan proses pelimpahan tahap II. Harinya apa biar nanti bisa ditetapkan,” kata Darsono saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (6/6).

Rudi Hartono