AKSI DEMO-Puluhan petugas pembaca meter listrik (Carter) yang merupakan karyawan outsourching Perusahaan Listrik Negara (PLN) APJ Solo menggelar aksi demo menuntut gaji yang belum segera dibayar di halaman kantor PLN Solo, Senin (13/5). Joglosemar/Yuhan Perdana

ilustrasi

KLATEN – Ratusan tenaga Pencatat Meteran (Cater) mendatangi kantor PT PLN APJ Klaten, Senin (15/7). Mereka memprotes kemoloran gaji beberapa bulan terakhir yang dibayarkan PT Wahana Sejahtera selaku vendor rekanan PT PLN.

Sekitar pukul 11.00 WIB ratusan petugas cater datang dengan mengendarai sepeda motor. Seluruh karyawan yang dikontrak PT Wahana Sejahtera mencapai 200-an orang, berasal dari berbagai rayon. Pihak kantor PT PLN APJ Klaten lalu menggelar audensi dengan manajemen dari PT Wahana Sejahtera  dengan perwakilan tenaga Cater masing-masing rayon. Dalam audiensi tersebut, perwakilan Cater  meminta kepada PT Wahana Sejahtera agar memberikan kepastian  tentang waktu pembayaran gaji. “Kedatang kami bukan demo tetapi hanya meminta di-mediasi dengan vendo. Kami hanya mengharap gaji tepat waktu, itu saja. Karena selama ini pembayaran gaji tidak ditentukan waktunya, padahal kami sudah melaksanakan tugas kami,” ungkap perwakilan Cater PT PLN rayon Pedan, Purbo Cahyono, Senin (15/7) usai dialog.

Purbo menjelaskan sejak bulan Februari sampai dengan Juni gaji mereka selalu terlambat dibayarkan. Meski tetap dibayarkan tetapi gaji baru diterima di pertengahan bulan. Hal tersebut membuat para pekerja kerepotan memenuhi kebutuhan. Untuk itu, pihaknya meminta adanya kepastian pembayaran gaji. “Dari hasil pertemuan, disepakati dalam waktu dekat sudah akan ada kontrak kerja. Isinya termasuk tanggal pembayaran gaji karyawan setiap tanggal 5. Dengan akan adanya kontrak tersebut, nasib pencatat meter di lima rayon akan lebih pasti,” jelasnya.

Ditemui terpisah, pejabat humas PT PLN APJ Klaten, Indratmo Agus Bandrianto, mengatakan para pekerja meminta pembayaran gaji tepat waktu. Menurutnya, dari hasil mediasi diketahui akar masalah berupa keterlambatan pembayaran gaji tenaga Cater. “Untuk itu PT PLN memediasi dengan mempertemukan dua pihak. Hasilnya, sudah ada kesepahaman akan ada kontrak kerja baru yang juga mencantumkan masalah waktu pembayaran gaji,” ungkapnya.

Menurutnya, PT PLN sendiri selama ini sudah tidak berurusan langsung dengan pencatat meter. Sebab, PLN sudah menunjuk PT Wahana Sejahtera sebagai rekanan pelaksana. Semua anggaran dari PT PLN sudah beres dibayarkan ke PT Wahana Sejahtera. Dengan demikian, masalah itu bukan lagi dengan PT PLN. “Kami sudah memberikan pembayaran gaji Cater kepada rekanan  setelah adanya laporan dari pihak rekanan. Kalau tidak ada laporan sudah pasti kami tidak dapat memberikan pembayaran itu,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Teknik PT Wahana Sejahtera Yuli Gatot Irawan yang menjadi perwakilan dari pihak rekanan enggan memberikan komentar kepada wartawan saat diminta penjelasannya. Angga Purnama