anak1Setiap orang tua memiliki harapan agar buah hatinya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Bahkan ketika memasuki usia sekolah, orang tua rela membayar mahal demi mendapatkan sekolah yang bagus. Hal ini dilakukan supaya anak mereka bisa menjadi anak yang cerdas. Namun, ternyata harapan itu sia-sia, karena ternyata si anak tak mampu mengikuti pelajaran yang diberikan di sekolah elite itu. Sebenarnya apakah yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak?

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Moewardi Solo, Dr. Hari Wahyu Nugroho, SpA, Mkes menjelaskan, sebenarnya mudah untuk menjaga perkembangan otak anak. Kuncinya ada di tiga tahun pertama kehidupan si anak. Sebab perkembangan otak anak terjadi di tiga tahun pertama ini. “Jadi sebagus apapun sekolah pilihan orang tua tidak akan berpengaruh pada kecerdasan anak,” katanya dalam seminar smart&fun yang diselenggarakan oleh RS Dr Oen Surakarta, beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskannya, pada tiga tahun pertama kehidupan anak inilah otak berkembang secara optimal. Setelah tiga tahun otak memang masih berkembang tetapi perkembanganya hanya sedikit. Pada tiga tahun pertama inilah bermiliar-miliar sinap otak terbentuk. Sinap inilah yang mendukung kecerdasan anak. “Setelah tiga tahun pembentukan sinaps otak ini perlahan mulai menurun dan pada akhirnya akan berhenti,” terang dia.

Dikatakannya, pada periode tiga tahun pertama inilah masa yang harus diperhatikan untuk pertumbuhan kecerdasan seorang anak. Kemudian sebaiknya apa yang harus dilakukan orang tua pada periode emas ini? Dokter Hari Wahyu menjelaskan, pada masa ini hal  yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan nutrisi terbaik bagi anak dan memberikan stimulasi secara maksimal. “Penting sekali untuk memberikan nutrisi terbaik pada anak pada masa ini,” terang dia. Nutrisi terbaik bagi seorang anak pada masa ini adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Selain itu, pemberian stimulasi yang baik juga akan membantu perkembangan otak si anak.

Tugas utama yang perlu dilakukan orang tua pada masa tiga tahun masa pertumbuhan anak adalah menjaga tumbuh kembang anak agar optimal. Tumbuh kembang anak ini dimulai sejak umur 0 tahun. Perlu diperhatikan perkembangan anak mulai dari anak belajar tersenyum hingga belajar naik sepeda. Orang tua perlu merasa curiga jika saat menginjak usia tiga bulan bayi mereka belum bisa tersenyum. Begitu pula jika bayi umur lima bulan bayi belum bisa tengkurap. “Tetapi rata-rata orang tua baru akan kebingungan ketika kondisi sudah terlambat,” katanya. Padahal jika satu tahapan saja terlewati, maka sinap sudah tak terbentuk, hal ini akan mempengaruhi kecerdasan anak di masa depan.

Dia menjelaskan, keterlambatan tumbuh kembang, bukan hanya berpengaruh pada kondisi fisiknya saja, melainkan juga akan berpengaruh pada kemampuan otaknya. Ketika anak mengalami keterlambatan dalam satu tahap tumbuh kembang, maka neuron yang seharusnya terbentuk pada usia itu tidak akan terbentuk. Meskipun pada akhirnya si anak mampu mengejar ketertinggalan tumbuh kembang, namun tidak bisa dijamin neuron akan terbentuk. Padahal, banyak sedikitnya neuron yang terbentuk ini berpengaruh pada kecerdasan anak. “Maka di sinilah pentingnya melakukan pengecekan terhadap tumbuh kembang anak secara rutin,” terang dia.

Dia menjelaskan, di Indonesia 30 persen anak mengalami gangguan perkembangan. Dari mereka yang mengalami gangguan-gangguan perkembangan banyak disebabkan karena kekurangan stimulasi. Oleh karena itu, di samping gizi yang baik, stimulasi juga sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. “Di sinilah perlunya orang tua untuk belajar bagaimana memberikan stimulasi pada anaknya,” jelasnya.

Secara garis besar, perkembangan seorang anak bisa dilihat dari motorik kasar, motorik halus, perkembangan bahasa dan perkembangan personal sosial. Perkembangan motorik ini berbeda untuk setia tahapan perkembangan usia. Tri Sulistiyani