radang tenggorokan

radang tenggorokan

Mungkin anda pernah merasakan tiba-tiba suara serak bahkan menghilang. Kadang kejadian ini juga disertai dengan sakitnya tenggorokan ketika digunakan untuk menelan makanan. Bisa jadi kondisi ini juga disertai munculnya batuk-batuk. Jika hal itu yang anda rasakan, bisa jadi anda tengah mengalami radang tenggorokan.

Dokter Umum Rumah Sakit Umum Islam Kustati Solo, Dr. Ricky Dwi Nur Tyastono mengatakan, kebanyakan orang menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang sepele. Meskipun demikian, penyakit ini nyatanya bisa sangat mengganggu aktivitas. Apalagi pada anak-anak, terkadang juga disertai turunnya nafsu makan sehingga bisa menyebabkan kondisi tubuh semakin menurun. “Kebanyakan memang menganggap penyakit ini sepele, tetapi nyatanya memang mengganggu,” katanya kepada Joglosemar.

Dokter Ricky menjelaskan, radang tenggorokan atau pharyngitis, adalah suatu penyakit radang yang menyerang batang tenggorok. Penyakit yang kerap disebut radang tenggorok itu ditandai adanya penebalan atau pembengkakan dinding tenggorokan, berwarna kemerahan, ada bintik-bintik putih, disertai adanya rasa sakit menelan. “Terkadang juga disertai dengan suara yang menjadi serak lama kelamaan juga menghilang,” paparnya.

Radang tenggorok bisa penyebabnya karena infeksi virus atau kuman, pada saat daya tahan tubuh lemah. Pengobatan dengan antibiotik hanya efektif pada radang yang disebabkan oleh kuman. Untuk kasus radang tenggorok yang ringan, terkadang makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran dengan buah-buahan yang kaya vitamin bisa menolong meredakan radang. “Gejala radang tenggorok bisa merupakan awal penyakit flu atau pilek,” tuturnya.

Penyebab Radang Tenggorokan ini 80 persen akibat virus, dan 20 persen  sisanya akibat bakteri atau kuman. Sekitar 80 persen sakit tenggorokan disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan demam. Virus yang biasa menyebabkan radang tenggorok ini adalah virus influenza A. Namun pada umumnya, radang tenggorokan yang disebabkan virus ini bisa sembuh dengan sendirinya. “Kalau virus influenza ini bisa sembuh sendiri seiring dengan meningkatkan daya tahan tubuh,” katanya.

Selain itu, radang tenggorokan ini juga bisa disebabkan karena virus coxsackie (hand, foot and mouth disease). Alergi juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap). Sementara bakteri yang bisa menjadi penyebab antara lain, bakteri streptokokus. “Alergi terkadang juga bisa memicu timbulnya radang tenggorokan ini,” katanya. Selain itu, kuman difteri dan TBC ini juga bisa menyebabkan radang tenggorok ini.

Ditambahkannya, jika penyebabnya adalah virus dan daya tahan tubuh pasien baik, maka radang tenggorok ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7 hari. Tetapi, apabila daya tahan tubuh pasien kurang baik, bisa jadi ada kuman atau bakteri yang mendompleng. Namun, baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi tenggorokkan yang mengalami peradangan berat atau ringan akan tertutup selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. “Biasanya akan muncul dahak yang banyak,” katanya.

Gejala lain yang juga sering muncul pada penderita radang tenggorok ini antara lain, demam, Pembesaran kelenjar getah bening di leher dan peningkatan jumlah sel darah putih.

Ditambahkannya, yang perlu diwaspadai pada radang tenggorokan adalah apabila demam yang terjadi tidak segera turun meski sudah diberikan obat. Dahak yang berlebih, batuk-batuk yang tidak berhenti. Komplikasi yang mungkin timbul pada radang tenggorok ini secara langsung bisa menyebabkan otitis media, laryngitis, bronchitis dan pneumonia. Sedangkan secara tidak langsung, kuman atau bakteri bisa terbawa aliran darah sehingga bisa ke ginjal menyebabkan nefritis, lari ke perut menyebabkan peritonitis, bisa juga sampai ke otak yang menjadi meningitis dan bisa pula ke seluruh tubuh. “Ke seluruh tubuh ini yang berbahaya,” ungkapnya.

Sedangkan penanganan radang tenggorok ini tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya virus, bisanya bisa sembuh sendiri. Penderita hanya perlu vitamin dan asupan makanan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan jika yang menyebabkan adalah bakteri maka pemberian antibiotik akan diperlukan untuk melumpuhkan bakterinya. “Apabila panas atau demamnya lebih dari 38,5 derajat celcius, dan disertai pembesaran tonsil ini salah satu tanda ada bakteri di dalamnya, tetapi juga masih perlu dilakukan suap tenggorok untuk memastikannya,” jelasnya.

 

Cara Cegah Radang Tenggorokan

Penyakit Radang Tenggorokan merupakan salah satu jenis penyakit yang umum di derita oleh kebanyakan masyarakat kita. Banyak dampak yang di timbulkan dari radang tenggorokan seperti sulit untuk menelan makanan dan juga demam tinggi bagi si penderita. Biasanya, radang tenggorokan merupakan gejala infeksi virus atau bakteri. Tapi, radang tenggorokan juga dapat dipicu oleh iritasi, seperti asam lambung, asap rokok, asap, panas kering, debu, serbuk sari bunga, dan alergen lainnya.

Dokter Umum Rumah Sakit Umum Islam Kustati Solo, Dr. Ricky Dwi Nur Tyastono mengatakan radang tenggorok juga bisa disebabkan karena reaksi terhadap alergi. Tenggorokan gatal bukan hanya menyakitkan, tapi juga mengindikasikan suatu kondisi alergi. Jika memang radang tenggorokan ini akibat alergi, jalan satu-satunya supaya tidak terkena radang tenggorokan adalah dengan menghindari allergen atau penyebab timbulnya reaksi alergi. “Kalau yang memiliki alergi terhadap hal-hal tertentu, sebaiknya hindari allergen itu,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, untuk menghindari radang tenggorokan ini, sebaiknya juga hindari makanan yang terlalu, pedas atau terlalu manis. Terkadang makanan yang terlalu pedas atau terlalu manis akan memicu munculnya radang tenggorokan ini. selain itu, sebaiknya kita menjaga keseimbangan waktu untuk beristirahat. Sebab, penyakit yang ditimbulkan oleh virus bisa menjangkiti, ketika kekebalan tubuh sedang turun. “Kurang tidur dan kecapekan juga bisa menyebabkan radang tenggorokan ini,” ujarnya.

Sementara jika sudah terkena radang tenggorkan, mandi air hangat ini bisa membantu meredakannya. Dengan mandi air hangat, juga dapat mempertahankan kelembapan jaringan tenggorokan dengan bantuan uap, misal dengan mandi uap atau mandi air hangat. Agar radang tenggorokan tidak semakin meradang, maka tak perlu mengeluarkan suara keras jika harus bicara. Untuk menghindari radang semakin parah, sebaiknya hindari dulu berbicara keras atau berteriak,” katanya.

Saat menderita radang tenggorokan, sebaiknya Anda mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak agar tenggorokan tetap lembab. Cairan tersebut juga akan menyapu bakteri yang berkumpul dalam tenggorokan. Coba pilih minuman hangat seperti teh, kopi, atau campuran air madu dan jus lemon hangat untuk mengatasi radang tenggorokan. Tri Sulistiyani