Truk Mengangkut 32 Motor Baru, Terjun ke Jurang 1 Tewas

Truk Mengangkut 32 Motor Baru, Terjun ke Jurang 1 Tewas

BOYOLALI— Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan Boyolali-Semarang, tepatnya di jembatan utara SPBU Kenteng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali Sabtu (6/7) pagi. Truk yang mengakut 32 sepeda motor baru itu masuk jurang diduga akibat sopir mengantuk sehingga gagal menguasai kendali saat jalan menurun.

Satu orang tewas yakni pengemudi truk, Sukaeri (34), warga Wonosari, Ngaliyan, Semarang. Sementara kenek truk, Kamin (50) warga Mangkang Wetan, Tugu, Semarang, mengalami luka-luka. Kecelakaan ini sempat membuat arus lalu lintas pagi hari di ruas jalan itu menjadi tersendat.

Informasi yang dihimpun Joglosemar di lokasi kejadian, truk bernopol B 9565 FQ yang mengangkut 32 sepeda motor baru, tengah perjalanan dari Semarang menuju arah Solo. Sesampainya di lokasi kejadian sekitar pukul 04.30 WIB.

Diduga sopir mengantuk sehingga mengakibatkan truk oleng ke kiri dan menghantam pagar pembatas jembatan. Karena laju kencang, truk pun menjebol pagar pembatas dan langsung terjun bebas ke dalam jurang Kali Pepe sedalam sekitar 15 meter. Tanpa ampun truk menghantam keras bebatuan di dasar jurang hingga ringsek terutama di bagian depan kanan, tepat di bagian pengemudi..

Akibatnya, sopir pun tewas seketika. Sedangkan kenek truk selamat meski terluka. Kejadian itupun kontan mengagetkan warga sekitar. Warga pun segera berdatangan untuk memberi pertolongan. Sebagian warga juga menghubungi Satlantas Polres Boyolali. Kenek truk yang selamat segera dilarikan ke RSU Pandanarang Boyolali. Sedangkan sopir truk yang tewas, baru dapat dievakuasi sekitar tiga jam setelah kejadian.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatlantas AKP Alil Rinenggo membenarkan kejadian tragis tersebut. “Satu orang tewas dan satunya luka-luka, truk terjun bebas ke dasar jurang Kali Pepe,” ungkap Kasatlantas.

 

Roda Lepas

Sementara itu akibat terjung bebas ke dasar jurang, sebagian muatan sepeda motor yang masih kinyis-kinyis tersebut, tumpah lantaran terlempar keluar. Sedangkan sebagian lainnya masih di atas truk yang kondisinya ringsek di bagian depan dan belakang. Bahkan roda depan truk pun lepas akibat kerasnya benturan.

Proses evakuasi bangkai truk berikut muatan membutuhkan waktu cukup lama, meski petugas Satlantas sudah mendatangkan alat berat crane. Pasalnya  kondisi jurang Kali Pepe tersebut sangat curam dan dalam.

Selain itu upaya evakuasi juga sempat membuat arus lalulintas di jalan utama Solo-Semarang mengalami kemacetan cukup panjang. Hal ini dipicu posisi crane berada di jalan utama tersebut. Sehingga, untuk kelancaran lalu lintas, petugas terpaksa memberlakukan buka tutup jalan, sehingga kendaraan yang melintas harus bergantian.

Adanya kemacetan panjang diungkapkan Tyas, warga Solo yang kebetulan melewati jalan Boyolali-Ampel. “Kemacetan cukup panjang. Karena banyak orang yang menonton di lokasi kecelakaan. Di samping karena aktivitas evakuasi truk yang mengalami kecelakaan,” katanya. Dia juga mengatakan sejumlah kendaraan bahkan bahkan mencoba mencari jalan karena kemacetan yang lumayan panjang.

Hingga kemarin, penyebab kecelakaan tunggal tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Boyolali. Menurut Kasatlantas AKP Alil Rinenggo, sementara ini pihaknya masih fokus mengevakuasi truk berikut muatannya tersebut.  Ario Bhawono