Posisi Aris Masih Aman

Dr. KPH. Warsito Sanyoto, SH, MH mengklarifikasi kasus yang menimpa Aris Nuryanto di dampingi Arina Wati istri Aris.

Dr. KPH. Warsito Sanyoto, SH, MH mengklarifikasi kasus yang menimpa Aris Nuryanto di dampingi Arina Wati istri Aris Nuryanto.

SOLO – Pengacara Nasional KPH Warsito Sanyoto ditunjuk sebagai kuasa hukum terkait kasus yang menjerat Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Aris Nuryanto. Pihaknya dan keluarga Aris akan mengungkap kebenaran kasus yang menimpa kader Partai Gerindra tersebut.

“Kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang yang dilakukan Aris masih dalam proses penyelidikan. Saya harap warga bisa menghormati proses praduga tak bersalah. Saya yang ditunjuk sebagai Kuasa Hukum Aris juga keluarga akan menjunjung tinggi proses hukum. Polisi harus membuktikan apa yang dituduhkan dalam penyelidikannya,” kata Warsito Sanyoto yang juga Caleg DPR RI Dapil V itu dalam jumpa pers didampingi  istri Aris Nuryanto di kediamannya di Solo, Kamis, (25/7).

Warsito mengungkapkan, ada rangkaian panjang yang harus dibuktikan kebenarannya dalam kasus tersebut. Selaku kuasa hukum, dia akan berusaha mengungkapkan kebenaran kasus yang menimpa kader Partai Gerindra itu.

“Saya akan ungkap, apa kasus yang menjerat klien saya dilakukan sendiri atau ada rangkaiannya,” tegasnya.

Dia meminta media seimbang memberitakannya, apalagi menurutnya, keluarga merasa ada intimidasi. Warsito berusaha mengungkap bahwa apa yang dilakukan kliennya adalah urusan pribadi dan tidak terkait partai.

“Saya tegaskan kasus bisnis pribadi dan tidak terlibat dengan urusan partai. Maka selama proses penyelidikan, kita harus menjunjung azas praduga tak bersalah. Jadi selama belum terbukti, tidak akan ada penggantian posisi Aris Nuryanto sebagai Ketua DPC Gerindra Solo,” tandasnya.

Menurut Istri Aris Nuryanto, Arina Wati pihaknya dan keluarga sangat shock dengan kasus yang menimpa suaminya itu. “Kita positif thingking saja. Saya percaya dengan Mas Aris. Apalagi Mas Aris dikenal baik di masyarakat. Mungkin karena ini musim Pemilu dan politik,” katanya. Ahmad Yasin Abdullah