Kemenangan pasangan Pasti dan PDIP dalam Pilbup Karanganyar sangatlah penting dan merupakan satu napas dari kemenangan Pilgub Jateng.

Deklarasi Pasangan "Pasti"

Deklarasi Pasangan “Pasti”

KARANGANYAR—Sedikitnya 17 kepala daerah di Jawa Tengah yang berasal dari PDIP akan turun tangan untuk memenangkan pasangan bakal calon bupati (Bacabup)-bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Paryono-Dyah Shintawati (Pasti) pada pemilihan bupati (Pilbup) Karanganyar 22 September nanti.

Menurut Sekjen DPP PDIP, Tjahjo Kumolo, seluruh kader PDIP di Kabupaten Karanganyar dan Jawa Tengah sudah menyatakan siap untuk mengamankan rekomendasi pemenangan pasangan Pasti. “Instruksi PDIP itu tegak lurus dan akan diamankan serta dilaksanakan dengan baik oleh seluruh kader,” ujar Tjahjo usai menghadiri deklarasi pasangan Pasti di Alun-alun Karanganyar, Selasa (30/7) malam.

Tjahjo menilai, kemenangan pasangan Pasti dan PDIP dalam Pilbup Karanganyar sangatlah penting. Sebab kemenangan itu merupakan satu napas dari kemenangan Pilgub Jawa Tengah pada Mei lalu oleh pasangan Ganjar-Heru. “Dengan adanya kesinergian dan satu napas partai dalam tataran birokrasi akan mempermudah pembangunan dan menciptakan kesejahteraan terhadap wong cilik. Ini merupakan Pilkada terakhir di Solo Raya sebelum pemilihan legislatif (Pileg) 2014,” terangnya.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Agustina Wilujeng juga menegaskan pada Pilbup nanti partainya akan tetap mengedepankan politik gotong-royong. “Seluruh bupati, walikota, dan Pak Gubernur dari Jawa Tengah akan membantu memenangkan pasangan Pasti,” ujarnya.

Sementara itu, Paryono didampingi Dyah Shintawati dalam deklarasinya menyampaikan lima program unggulkan, yakni “Lima W” demi kesejahteraan masyarakat Karanganyar. “Lima program yang kami tawarkan adalah menyejahterakan rakyat dengan konsep Lima W, yakni wareg, waras, wanggon, wasis, dan waskito,” papar Paryono.

Dijelaskannya, wareg berarti warga harus sejahtera sandang pangan, waras yakni adanya jaminan kesehatan gratis, wangon artinya memberikan tempat tinggal yang layak berupa perbaikan rumah tak layak huni. Selanjutnya, wasis adalah warga harus pintar dengan adanya pendidikan gratis, dan waskito yaitu pembangunan spiritual dengan meningkatkan iman dan takwa. Muhammad Ikhsan