Akibat turunnya harga, sebagian peternak memilih menahan sementara dengan tidak menjual terlebih dahulu sapi-sapi mereka.

ilustrasi

ilustrasi

SRAGEN—Kebijakan pemerintah mendatangkan sapi impor menjelang lebaran ini ibarat menghadirkan mimpi buruk bagi peternak lokal. Sejak kedatangan sapi impor, peternak sapi lokal langsung resah karena harga sapi lokal anjlok drastis.

Salah satu peternak sapi asal Pengkol, Tanon, Darsono (48), menuturkan sejak isu sapi impor masuk ke Indonesia menjelang lebaran ini, harga jual sapi lokal langsung drop. Ia mencontohkan, satu ekor sapi metal tanggung yang biasanya bisa mencapai harga Rp 17 juta, kini hanya ditawar Rp 13 juta. Anjloknya harga jual sapi lokal ini menimpa jenis limosin maupun sapi jenis lainnya.

“Sejak ada sapi impor harga jual ternak lokal langsung anjlok. Harga sapi tanggung yang biasanya bisa menyentuh Rp 15 sampai Rp 17 juta, sekarang hanya ditawar Rp 12-13 juta,” keluhnya, Minggu (4/8).

Akibat turunnya harga, sebagian peternak memilih menahan sementara dengan tidak menjual terlebih dahulu sapi mereka. Namun, mereka juga khawatir jika kedatangan sapi impor terjadi berlangsung tanpa batas, maka akan mematikan nasib peternak lokal.

“Sebenarnya pemerintah itu berpihak pada rakyat atau orang kaya. Ketika harga daging sapi naik, buru-buru datangkan impor yang kemudian malah dipakai proyek korupsi. Mereka nggak tahu kalau adanya sapi impor akan mematikan nasib ribuan peternak lokal,” timpal Jumali, peternak asal Tanon.

Menurunnya harga sapi lokal juga selaras dengan anjloknya jumlah sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH). Kepala UPTD RPH Sragen, Suparno mengakui jika sejak adanya kebijakan sapi impor pada Ramadan ini, jumlah sapi yang dipotong di RPH jauh berkurang. Namun ia menduga menurunnya sapi yang dipotong itu karena dampak harga daging yang saat ini masih mahal, sehingga konsumen beralih ke daging ayam.

“Kalau harga sapi lokal turun itu mungkin masalah psikologis saja. Karena ada impor, peternak takut harga turun, akhirnya ramai-ramai menjual. Faktanya harga daging juga masih tinggi kok,” urainya.

Salah satu konsumen daging sapi asal Sambirejo, Suroto menuturkan untuk sementara harga daging sapi di Pasar Sragen masih stabil di angka Rp 70-75.000 per kilogram. Ia juga mengatakan sejauh ini Sragen belum ada daging sapi impor. Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Heru Martono mengatakan soal kebijakan mendatangkan sapi impor adalah kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan ini kemungkinan hanya dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan daging pada lebaran dan tidak akan berlanjut seterusnya. Wardoyo