Ilustrasi

Ilustrasi

SOLO- Tarif jasa pengiriman barang antar kota semua jurusan dari Kota Solo saat ini berangsur normal, menyusul mulai menurunnya jumlah volume pengiriman barang terutama kendaraan roda dua dan produk batik.

Pantauan Joglosemar di sentra pengiriman barang kawasan Stasiun Solo Balapan, terlihat jumlah sepeda motor maupun barang yang berada di depan toko jasa kurir barang mulai berkurang. Jumlahnya, tidak lagi meluber ke badan jalan dan hanya memenuhi beberapa titik saja.

Kepala Administrasi CV Karya Delapan Ekspres, Siska mengatakan, penurunan ongkos pengiriman barang sudah terjadi sejak 12 Agustus lalu dengan jumlah barang yang dikirimkan hanya sekitar lima unit hingga enam unit dalam sehari.

Padahal, ketika memasuki peak season Lebaran kemarin total volume pengiriman barangnya mampu naik 100 persen menjadi 10 hingga 11 unit sebulan.

“Saat ini, tarif sekali kirim barang sudah normal lagi. Yakni hanya Rp 60.000 per 30 kilogram awal, sedangkan ongkos kirim motor bebek senilai Rp 250.000 per unit serta sepeda motor tangki besar macam Kawazaki seharga Rp 350.000 per unit,” kata Siska, saat ditemui Joglosemar, di ruang kerjanya, Kamis (22/8).

Diungkapkan Siska, barang-barang tersebut mayoritas dikirimkan ke Stasiun Pasar Senen Jakarta, Bandung, Malang dan Surabaya setiap hari melalui Kereta Api (KA) dengan jumlah barang bervariatif. Barang yang paling banyak dikirimkan adalah spanduk dan batik.

Seiring menurunnya volume barang yang dikirim, saat ini jam operasionalnya pun juga sudah berangsur normal. Kondisi ini sempat berbalik 180 derajat, manakala pada peak season Lebaran kemarin pihaknya terpaksa menambah jam operasional (nglembur) sampai larut malam sehingga mendorong peningkatan pendapatan (omzet).

Adapun jadwal keberangkatan pengiriman barang ke berbagai wilayah, antara lain mulai pukul 15.00 WIB, pukul 22.00 WIB dan pukul 22.30 WIB dan jadwal pengiriman barang yang paling diminati konsumen adalah jam 15.00 WIB dan 22.00 malam.

Pemilik PT Benny Putra, Benny mengungkapkan, saat ini order ekspedisi barang via jalur laut antar pulau tujuan Kalimantan dan Sulawesi juga mulai berkurang.

“Kita pakai kapal RoRo untuk mengapalkan barang ke Kalimantan dan Sulawesi. Waktu Lebaran kemarin, kita bisa kirim 26 motor sehari. Sekarang sudah mulai menurun. Tarif yang dipatok pun relatif sesuai jarak tempuh. Untuk sesi peak season mulai ramai mulai Desember lagi,” tandas Benny.  Fariz Fardianto