KIRAB BUDAYA-(dari kiri) Kapolsek Banjarsari, Kompol I Ketut Raman, Kepala Koramil Kapten Marzuki dan Camat Banjarsari, Danang Sulindriyanto menunggang kuda saat mengikuti kirab budaya Kelurahan Gilingan yang melintas di Jalan Setia Budi,  Solo, Sabtu (24/8). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

KIRAB BUDAYA-(dari kiri) Kapolsek Banjarsari, Kompol I Ketut Raman, Kepala Koramil Kapten Marzuki dan Camat Banjarsari, Danang Sulindriyanto menunggang kuda saat mengikuti kirab budaya Kelurahan Gilingan yang melintas di Jalan Setia Budi, Solo, Sabtu (24/8).
Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

Ratusan warga Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo tumpah ruah di jalanan, Sabtu (24/8) siang. Mereka mengenakan berbagai kostum. Mulai dari tokoh nasional seperti Presiden Indonesia pertama Ir Soekarno , hingga tokoh-tokoh pewayangan. Selain itu, kegiatan yang bertajuk kirab seni dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-68, juga diikuti lebih kurang 25 andong. Andong-andong tersebut sudah dihias dengan beraneka ragam hiasan.

Ketua Panitia, Sukra Agus Triwibowo (47), mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari sejumlah kegiatan lainnya yang sudah diadakan beberapa waktu lalu. Seperti kegiatan bakti sosial, donor darah dan kegiatan sosial lainnya. Untuk kirab andong sendiri diikuti oleh seluruh warga di Kelurahan Gilingan. “Yang ikut dalam kegiatan ini yakni seluruh warga di 21 RW dan 112 RT. Semua lembaga juga ikut seperti PKK, Pokdarwis, Sanggar Tari Pancaniti dan juga LPMK,” urainya kepada Joglosemar, Sabtu (24/8).

Sukra menambahkan, kirab yang digelar kemarin diharapkan mampu meningkatkan rasa nasionalisme warga. Yakni dengan mengeluarkan potensi yang ada di setiap RW. Di samping itu, dengan event yang digelar setiap tahun ini, diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga. “Jadi untuk konsep hiasan andong sendiri beraneka ragam, sesuai dengan potensi yang dimiliki RW,” katanya.

Iring-iringan kirab dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Andong-andong yang membawa peserta mulai berjalan beriringan melintasi Jalan Setia Budi.

Di antara iring-iringan kirab, terdengar meriah alunan musik yang dimainkan oleh sejumlah anak-anak. Peserta dengan berbagai kostum dan riasan wajah, tampak begitu antusias mengikuti kirab seni kemarin. Ada juga sekelompok peserta yang menggunakan seragam lurik khas dan hanya dimiliki oleh Kelurahan Gilingan. Kelompok tersebut bernama Prajurit Pariwisata Kutharenggo.  Selain warga Gilingan, turut hadir pula Muspika Banjarsari, seperti Camat Banjarsari Danang Sulindriyanto.

Sementara itu, Lurah Gilingan Renggo Sudarnoto terlihat gagah saat mengenakan kostum ala Presiden pertama RI Ir Soekarno, lengkap dengan pecis dan kacamata hitam, serta tongkat pendek. Kepada Joglosemar Renggo menjelaskan, dengan adanya momen ini diharapkan bisa mengangkat kembali wawasan kebangsaan yang sudah mulai luntur. “Dengan kegiatan bernuansa kebangsaan serta menggali potensi yang ada untuk meningkatkan wawasan kebangsaan,” paparnya.

Sedangkan, saat disinggung mengenai penggunaan kostum Ir Soekarno, Renggo mengaku dirinya sangat mengagumi dan mengidolakan sosok Bung Karno. “Kata warga saya kalau saya menggunakan kostum Bung Karno sangat mirip,” katanya sembari tertawa.

Rute kirab Jalan setia budi ke timur, kemudian Jalan S Parman, terus menuju Simpang Lima, ke kiri hingga tembus ke Pasar Mebel. Kemudian iring-iringan, melintas Jalan A Yani dan kembali ke Kelurahan Gilingan. Ari Purnomo