Kaki Ditemukan, Polisi Buru Kepala Korban

PENEMUAN MAYAT KORBAN MUTILASI 2SRAGEN—Penemuan mayat perempuan korban mutilasi di aliran Sungai Mungkung, Gabusan, Tangkil, Sragen Kota, Minggu (22/9), langsung memunculkan sejumlah indikasi. Menurut warga Sidomulyo RT 46 RW XIII di sekitar tempat tinggal Jemi Dodot (29) yang sempat mengakui korban sebagai istrinya, menuturkan jika istri Dodot sudah dua hari tidak pulang ke rumah.

“Ya, memang sini ada yang namanya Siska umurnya sekitar 23 tahun. Dia sudah dua hari tidak pulang. Kerjanya di salon wilayah Sragen dekat Karangmalang,” ujar salah satu tetangga dekat rumah Jemi yang enggan disebut namanya.

Sementara, menyusul pengakuan Jemi yang mengenali korban dari gelang dan cincinnya, warga Sidomulyo kemarin juga langsung gempar. Beberapa meyakini jika ciri-ciri jasad yang dibakar dan dimutilasi itu sangat dekat dengan identitas Siska. Di rumah milik Jemi, kemarin juga dipenuhi warga dan kerabatnya yang cemas menunggu kepastian tentang misteri jasad tanpa kepala itu.

Salah satu teman dekat Jemi, Taufik Hidayat (32), warga Pilangsari, Ngrampal juga meyakinkan jika jasad korban mutilasi itu adalah istri temannya, Jemi. Selain dari perhiasan yang ada di tubuh korban, menurutnya, beberapa atribut seperti ikat pinggang yang ditemukan juga diketahui milik Siska. “Sudah sejak semalam saya juga diajak oleh Jemi untuk nyari istrinya. Saya yakin itu memang Siska, wong ciri-cirinya sama. Gelang dan cincin yang dipakai juga itu,” urainya.

Spekulasi itu muncul setelah kemarin siang, Jemi datang ke ruang jenazah RSUD Sragen sesaat setelah jasad korban dibawa ke rumah sakit. Di hadapan aparat dan petugas RSUD, Jemi mengakui bahwa korban adalah istrinya yang dikenali dari gelang dan cincin yang masih melekat di tangan.

Pria yang diketahui berputra satu itu juga menunjukkan identitas berupa KTP milik istrinya yang sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando tidak menampik jika identitas korban dikenali oleh suaminya dari perhiasan yang dikenakannya. Namun untuk memastikan identitasnya, masih menunggu proses identifikasi serta pencarian potongan kepala korban yang belum ditemukan. “Kami masih menyusuri lokasi sekitar penemuan jasad untuk mencari potongan kepalanya. Mungkin nanti ditemukan kepalanya, siapa tahu. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” terangnya.

Sementara, informasi yang dihimpun, hingga tadi malam jasad korban masih menunggu proses autopsi di Solo. Dari pelacakan di sekitar lokasi mayat, tim sudah menemukan lokasi pembakaran mayat dan potongan kaki kiri korban. Wardoyo