Aktifitas Pasar Hewan Singkil, Senin (22/7). Menyusul dibukanya kran daging dan sapi impor, harga sapi lokal mengalami penurunan cukup signifikan. Ario Bhawono

Aktifitas Pasar Hewan

WONOGIRI-Menjelang Idul Adha, harga sapi dan kambing bakalan (khusus untuk lebaran haji) mulai merangkak naik. Kenaikan harga tersebut sudah sejak dua pekan ini. Diperkirakan dalam dua pekan ke depan, harga masih akan naik. Di sisi lain, jumlah bantuan sapi dan kambing ke peternak hingga tahun ini masih terus ada.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Rully Pramono Retno melalui Kabid Peternakan Gatot Siswoyo mengatakan harga sapi jantan siap sembelih per kilogram berat hidup saat ini antara Rp 33.000 hingga Rp 34.000. Dengan rata-rata bobot sapi antara 250 hingga 300 kilogram.

“Untuk sapi jantan satu dua bulan lalu harga masih tinggi, Rp 35.000 per kilogram berat hidup, lalu menurun sampai Rp 32.000 dan saat ini mulai naik lagi. Harga ini harga sapi jantan siap sembelih untuk kurban. Harga ini naik karena permintaan untuk hewan kurban mulai banyak. Saat-saat ini memang sudah masanya menyetok hewan kurban,” jelasnya, Rabu (4/9).

Demikian pula untuk harga kambing bakalan. Harga kambing jantan siap kurban saat ini Rp 1,2 juta sampai Rp 1,3 juta. Dua pekan lalu masih berada di kisaran Rp 1 juta.

“Permintaan sapi dan kambing bakalan ke luar Wonogiri juga mulai bertambah. Untuk sapi sejak satu pekan ini per hari rata-rata 100 ekor dan untuk kambing sekitar 200 per hari. Biasanya antara 60 sampai 70 ekor,” lanjutnya.

Di sisi lain bantuan ternak kepada kelompok tani hingga saat ini terus berlangsung. Sejak banyak kelompok tani yang didapati nakal di tahun 2009 lalu, perkembangan ternak bantuan kini kian tertata.

“Terakhir tahun2009 lalu. Saat itu masih banyak yang nakal, jadi ternak bantuan tidak lama setelah didrop malah dijual. Alasannya beragam. Ada yang uang dipakai untuk biaya berobat anak, ada pula yang alasannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terang dia.

Model bantuan saat itu memang kebanyakan ada yang hibah. Tapi meski hibah harusnya ternak digulirkan kepada semua anggota begitu ada anak yang dilahirkan.

“Saat itu akhirnya kejaksaan turun ke lapangan dan praktek seperti itu kini belum ditemukan lagi. Tahun ini dari APBD Kabupaten ada 40 ekor sapi ongole untuk empat kelompok dan kambing ada 72 kelompok, masing-masing 20 ekor. Tahun depan tetap diusulkan lagi,” jelas dia.  * Eko Sudarsono