Keterangan Saksi Kasus Cebongan

Keterangan Saksi Kasus Cebongan

JAKARTA-Komnas HAM menyatakan sikap terkait vonis terhadap 12 terdakwa penyerangan dan pembunuhan tahanan Lapas Cebongan. Selain menyayangkan vonis majelis hakim yang dianggap terlalu rendah, Komnas HAM juga menyatakan kecewa dengan proses peradilan.

“Hasil pemantauan persidangan, ditemukan beberapa hal yang kurang selama proses persidangan,” ujar Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila di kantornya, Sabtu (7/9).

Siti mencontohkan tidak adanya metal detector saat akan memasuki ruang sidang. Metal detector dianggap hal yang penting dalam proses peradilan para anggota Koppassus Kandang Menjangan itu.

“Bahkan saya melihat ada yang membawa keris di ruang persidangan,” tambah Laila.

Hal lain yang membuat Komnas HAM kecewa adalah aksi yang dilakukan beberapa Ormas selama proses persidangan. Bahkan menurut Laila, aksi dari Ormas itu sebagai bentuk dari intimidasi.

Anggota Komnas HAN yang lain, Manajer Nasution menyatakan keadaan ruangan persidangan sangat tidak kondusif. Jarak antara terdakwa, saksi dan pengunjung sidang sangat berdekatan. “Jarak yang sangat berdekatan itu bisa membuat saksi enggan membuka semua yang diketahuinya,” jelas Nasution.

Komnas HAM juga mengaku sangat menyayangkan majelis hakim yang tidak mengabulkan permintaan saksi untuk bersaksi via teleconference. Pemeriksaan saksi secara bersama-sama juga dianggap bisa mempengaruhi keterangan. “Seharusnya pemeriksaan saksi tidak dilakukan bersamaan agar kesaksiannya tidak terpengaruh,” kata dia. Detik