Hamil, Dimutilasi Karena Sakit Hati

Eko Sunarno Tersangka Mutilasi

Eko Sunarno Tersangka Mutilasi

SRAGEN - Misteri pembunuhan sadis terhadap Siska Tri Wijayanti (23), warga Sidomulyo, RT 46/ 13 yang ditemukan tewas tanpa kepala dan kaki di Sungai Mungkung, Dukuh Gabusan, Desa Tangkil, Sragen, Minggu (23/9) akhirnya terkuak.

Perempuan yang bekerja sebagai kapster di Salon “Kencana” Sragen itu ternyata dibantai oleh guru spiritualnya sendiri, yang diketahui bernama Eko Sunarno alias Ahmad Syaifudin Yuhri (32)  yang tinggal di Kampung Bangak RT 2/1, Kelurahan Sine, Sragen.

Pelaku terlacak dan ditangkap hanya selang 10 jam setelah penemuan jasad korban. Sedangkan potongan kepala korban ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB kemarin di dasar sungai yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi jasad korban ditemukan.

Berdasarkan hasil penyidikan, pembunuhan sadis dengan cara membakar dan memutilasi bagian tubuh korban itu dilakukan dengan dalih untuk melakukan ritual. Namun, pelaku juga mengakui terpaksa membantai korban karena sakit hati merasa diolok-olok dan dituduh telah menghabiskan uang korban.

Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando mengungkapkan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Bangak sekitar pukul 22.00 WIB. Identitasnya terlacak berkat petunjuk dari suami korban yang mengenali dari gelang, cincin serta ikat pinggang yang tersisa dan melilit di pinggang korban.

Dari petunjuk tersebut, aparat menggali informasi dari teman dekat korban dan saksi-saksi yang kemudian mengerucut pada pelaku yang belakangan diketahui dekat dan sering kontak dengan korban.

“Siska ini diketahui bekerja sebagai kapster salon. Akhir-akhir ini diketahui dekat dengan pelaku Eko dan ada beberapa SMS pelaku di HP korban. Dari situ kemudian kami  lacak ke rumahnya dan kami tangkap pukul 22.00 WIB atau 10 jam dari penemuan jasad korban,” papar Kapolres saat memberi keterangan pengungkapan kasus tersebut, di Mapolres, Senin (23/9).

Menurut Dhani, pembunuhan sadis itu dilakukan oleh pelaku sendirian. Kronologisnya, Sabtu (22/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB pelaku menjemput korban dan mengajaknya untuk melakukan ritual. Korban diboncengkan dengan sepeda motor Yamaha Mio milik rekan korban menuju tepian Sungai Mungkung di wilayah Pandak, Sidoharjo. Di lokasi itulah, korban kemudian dibantai dengan cara menusuk perut korban dengan samurai kemudian disiram bensin dan dibakar dalam kondisi hidup-hidup.

Setelah tubuhnya terbakar, pelaku kemudian pulang dan ganti baju. Baju yang semula dipakainya kemudian dibuang ke sungai. Rupanya kepulangan pelaku itu untuk mengambil samurai dan kemudian kembali ke lokasi dengan menaiki sepeda motornya sendiri Honda CBR. Setiba di lokasi, melihat korban masih hidup, pelaku dengan sadis memotong kepala dan kaki kiri korban kemudian membuangnya ke sungai.

Sakit Hati

Dua sepeda motor yang digunakan pelaku, dan pakaiannya yang sempat dibuang sudah diamankan sebagai barang bukti. Kini, pedang samurai yang digunakan untuk menjagal sudah ditemukan di jembatan Sumber, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, sekitar tiga kilometer dari lokasi pembantaian.

Mengenai hubungan korban dengan pelaku, Dhani menguraikan pelaku dan korban belakangan memang dikenal dekat dan punya hubungan khusus. Namun, hubungan khusus itu lebih mengarah pada keinginan korban untuk berguru dan mendapat ilmu pengasihan yang ditawarkan pelaku lewat prosesi ritual.

“Karena korban adalah pekerja salon, mungkin ingin melakukan ritual pengasihan untuk menarik pelanggannya. Tapi ada pula yang bilang katanya ritualnya itu untuk menarik harta karun. Ini masih kami dalami terus motif dan jenis ritualnya ini,” urainya.

Pelaku  juga mengaku terpaksa menghabisi dan memotong tubuh korban karena sakit hati karena korban sering menjelek-jelekkan namanya kepada orang lain dan mengadu ke suami korban bahwa uangnya sering dihabiskan oleh pelaku.

Kapolres juga memastikan tidak ada tanda-tanda persetubuhan antara korban dan pelaku sebelum kejadian. Korban juga diketahui tengah hamil dua bulan.

Sementara, sejak pagi kemarin aparat bersama tim SAR Himalawu terus menyisir sungai untuk mencari potongan kepala korban. Setelah melalui perjuangan panjang, potongan kepala itu ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB di dasar sungai berjarak 600 meter dari lokasi penemuan jasad. * Wardoyo