Perusakan Kantor Trans Jogja

Perusakan Kantor Trans Jogja

JOGJA- Aksi mogok ratusan pegawai bus kota Yogyakarta berlangsung ricuh, Senin (11/11).  Sebelum menyampaikan aspirasi ke DPRD DIY, sejumlah massa yang terdiri dari ratusan supir dan kondektur bus kota dari lima koperasi perusahaan itu mampir dan merusak kantor operasional bus Trans Jogja,  PT Jogja Tugu Trans di Jalan Wonosari KM 6,4 Banguntapan. Tiga orang terluka dalam kejadian itu.

Jonni Supardi salah seorang korban penganiayaan mengatakan bahwa aksi penyerangan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu sekitar 50 orang yang datang dengan mengendarai bus mencoba masuk pintu gerbang Kantor PT JTT. “Ada sekitar 50 orang. Namun, yang masuk ke dalam dan merusak sekitar 20 orang karena yang lainnya hanya berdiri di sekitar pintu gerbang,” kata pria yang berprofesi sebagai sopir bus Trans Jogja ini.

Ia menceritakan, sebelum melakukan aksinya, pelaku berteriak-teriak mencari jajaran direksi PT JTT. Namun, sebelum sempat ada yang menjawab, mereka langsung memukul dan menendang beberapa karyawan. “Sebagian pelaku juga memecah kaca jendela kantor dengan batu, kemudian mereka keluar dari area kantor dan di luar mereka pun merusak mobil Avanza milik Pak Direktur,” jelasnya.

Akibatnya, selain sejumlah fasilitas rusak dan kaca kantor pecah berantakan, riga orang karyawan bus Trans Jogja pun terluka akibat dihujani bogem mentah para supir. Ketiga korban dibawa ke RSU Hidayatullah untuk berobat. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Banguntapan, Bantul.

Kericuhan ternyata tak hanya terjadi di kantor PT Jogja Tugu Trans. Awak bus kota melakukan aksi sweeping  agar bus Tran Jogja tidak masuk Terminal Giwangan. “Ini dampaknya besar, karena ada 4.500 orang per hari keluar masuk terminal, dan paling banyak hampir 80 persen diangkut Trans Jogja,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Terminal Giwangan, Bekti Zunanta.

Seperti diketahui, pagi ini (kemarin) ratusan supir bus itu melakukan aksi mogok massal. Sebanyak 900 orang yang mengoperasikan 300 bus perkotaan turut serta dalam demo menuntut pembatalan rencana penghapusan bus kota menjadi Trans Jogja pada 2015 mendatang.

Mereka tidak terima dengan pernyataan salah seorang anggota dewan yang akan menghapus bus kota karena dinilai tidak layak dan harus dirongsokan. Rencana itu pertama kali dilontarkan oleh anggota DPRD DI Yogyakarta, Arief Rahman Hakim, yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY pekan lalu.

Massa memaksa Arif Rahman keluar ruangan untuk menemui massa. Kericuhan terjadi saat ratusan awak bus kota itu berupaya menghakimi anggota Dewan dari Farksi PKS tersebut. “Tidak terima dengan pernyataan Arif Rahman Hakim di media massa bahwa bus kota akan dihapuskan karena angkutan tersebut dinilai sudah tidak layak dan harus dirongsokan di Pasar Sekar Suli. Apabila dihapuskan, lebih dari 900 kru bus kota akan kehilangan pekerjaan,” kata koordinator aksi, Beni, Senin (11/11).

Menanggapi aksi para pengunjuk rasa, Arif Rahman langsung menyatakan permintaan maaf. Anggota dewan tersebut mengaku tidak bermaksud menghapus bus kota. “Dengan adanya tuntutan dari para awak bus, rencana tersebut akan kami minta di-cancle (dibatalkan). Jadi tidak ada penataan sistem Trans Jogja secara keseluruhan. Nantinya untuk penataan transportasi tetap akan melibatkan angkutan perkotaan. Tetapi sistemnya saya belum tahu,” ungkap Arif. Antara | Detik